Gubernur Soekarwo Ingatkan Pentingnya Semangat Gotong Royong

id Gubernur Soekarwo,Semangat Gotong Royong,Bulan Bhakti Gorong Royong,Ponorogo

Gubernur Soekarwo Ingatkan Pentingnya Semangat Gotong Royong

Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (Antara Jatim/Siswowidodo)

Semangat gotong royong merupakan nilai-nilai dasar kehidupan bangsa Indonesia
Ponororogo (Antaranews Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengingatkan pentingnya semangat gotong royong pada saat Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi di Kabupaten Ponorogo, Senin.

"Semangat gotong royong merupakan nilai-nilai dasar kehidupan bangsa Indonesia. Seluruh masyarakat di Indonesia mempunyai pola yang sama, karena kekuatan paling mendasar adalah kepedulian seperti itu," kata Soekarwo.

Ia kemudian menyebutkan pada masyarakat agraris zaman dulu, di mana kehidupan warga bisa berlanjut dan berkembang dengan baik karena adanya semangat gotong royong.

"Pada saat orang mendirikan rumah atau punya hajat, kekuatan yang paling besar adalah kepedulian masyarakat setempat. Mendirikan rumah tidak perlu pemborong, tapi cukup masyarakat sekitar yang ikut membantu," ujarnya.

Soekarwo mencontohkan kepedulian masyarakat pada saat terjadi bencana tanah longsor yang di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, yang mengakibatkan 28 warga tewas dan 36 rumah rusak pada 1 April 2017.

"Pada saat terjadi musibah di Desa Banaran, tidak ada masyarakat Jawa Timur yang tidak peduli terhadap musibah tersebut. Hampir seluruh energi yang ada di Jawa Timur ikut membantu," ucap Soekarwo.

Dan berkat semangat gotong royong masyarakat bersama Pemkab Ponorogo dibantu personel TNI dan Polri, pembangunan rumah warga dan fasilitas yang rusak di Desa Banaran bisa diselesaikan dengan cepat.

Pakde Karwo kemudian menyebutkan musibah di Kabupaten Sumenep dan Pacitan yang juga menggerakkan semangat gotong royong masyarakat.

"Semangat gotong royong seperti itu harus tetap dipelihara. Yang membuat sakit adalah ketika kelihatannya banyak orang, tapi tidak ada yang peduli. Sepi di tempat yang ramai seperti itu merupakan penyakit," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar