Kakanwilkumham: Tenaga Kesehatan Rutan/Lapas Jatim Minim

id Kanwilkumham Jatim, Tenaga Kesehatan Kanwilkumham Jatim, Lapas Rutan,rutan jatim,lapas jatim,tenaga lapas,tenaga rutan

Kakanwilkumham: Tenaga Kesehatan Rutan/Lapas Jatim Minim

Kegiatan konsultasi teknis pemasyarakatan bidang perawatan warga binaan pemasyarakatan (WBP), di lingkungan Kanwilkumham Jatim, Kamis (8/11) (Ist)

Sepuluh penyakit terbanyak yang banyak diderita oleh WBP adalah penyakit kulit, pernafasan, pencernaan, gigi dan mulut, hipertensi sarat, diabetes militus, IMS, HIV, TB, hepatitis
Surabaya (Antaranews Jatim) - Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati menyatakan jika saat ini tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang ada di dalam rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan (Rutan atau Lapas) di Jatim minim, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dari sumber daya manusia yang ada.

"Untuk meningkatkan layanan di bidang tersebut, Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim mengumpulkan petugas perawatan dan kesehatan lapas atau rutan jajaran. Tujuannya untuk melakukan konsultasi teknis pemasyarakatan bidang perawatan warga binaan pemasyarakatan (WBP)," ujarnya dalam kegiatan tersebut, Kamis.

Ia mengatakan, saat ini jumlah tenaga kesehatan di lapas atau rutan di Jatim sebanyak 11 dokter umum, satu dokter spesialis kejiwaan, delapan dokter gigi, 50 perawat, satu perawat gigi, empat psikolog.

"Dari empat psikolog tersebut, dua di antaranya malah ada di Kanwil," ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, masih ada lapas atau rutan yang masih belum memiliki tenaga kesehatan. Padahal, paramedis yang ada dituntut untuk bisa memberikan pelayan yang terbaik bagi 26.552 warga binaan pemasyarakatan di seluruh Jatim.

"Kemungkinannya, dua pekan kedepan bisa menjadi 27 ribu WBP," katanya.

Ia mengatakan, warga binaan mayoritas mengalami gangguan kesehatan saat masuk ke lapas atau rutan dan rata-rata, mereka terserang penyakit laten yang menjangkiti WBP.

"Sepuluh penyakit terbanyak yang banyak diderita oleh WBP adalah penyakit kulit, pernafasan, pencernaan, gigi dan mulut, hipertensi sarat, diabetes militus, IMS, HIV, TB, hepatitis," katanya.

Meski begitu, dirinya berharap jajarannya pantang menyerah dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik, sambil tahun depan akan diusulkan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di bidang medis.
 
"Jika kesehatan jiwa dan raga WBP terjaga, maka keamanan juga bisa terkondisikan dengan baik," ucapnya.

Sementara itu, dr. Ummu salah satu narasumber dari Ditjen Pemasyarakatan memberikan informasi tentang standar pelayanan kesehatan mental atau jiwa dan pencatatan pelaporan program TB menkankan kepada seluruh UPT.

"Kami berharap pihak lapas rutan untuk melaporkan tepat waktu. Kedepannya supaya melaporkan secara online (Sistem Informasi Terpadu Tuberculosis- SITT)," ucapnya.(*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar