Dapat Suntikan 30 Juta Dolar, INKA Bangun Pabrik di Banyuwangi

id INKA bangun pabrik,pabrik INKA di Banyuwangi,INKA dapat suntikan modal,pabrik baru INKA

Dapat Suntikan 30 Juta Dolar, INKA Bangun Pabrik di Banyuwangi

Ilustrasi - Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pengerjaan fisik kereta ringan atau `Light Rail Transit` (LRT) Palembang di pabrik PT INKA (Persero) Kota Madiun, Selasa (13/3). (Antaranews Jatim/Louis Rika)

Pabrik INKA di Banyuwangi dipersiapkan untuk kebutuhan ekspor
Madiun (Antaranews Jatim)  - PT Industri Kereta Api (INKA) mendapatkan suntikan dana senilai 30 juta dolar AS atau setara dengan Rp440 miliar melalui kerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat, yaitu Progress Rail.

"Kita sudah tanda tangan loan of agreement dengan Progres Rail ketika pertemuan IMF, komitmen awal mereka akan bangun 30 juta dolar AS," kata DIrektur Utama Budi PT INKA Noviantoro kepada Antara di Kantor Pusat INKA, Madiun, Rabu.

Dia mengatakan, investasi itu nantinya untuk pengerjaan lokomotif, mengingat saat ini INKA tengah digenjot seiring kebutuhan yang meningkat.

Budi mengatakan, sebelum tanda tangan perjanjian itu, pihak Progress Rail yang merupakan bagian dari Caterpillar Group telah mengunjungi pabrik INKA.

"Sebelum ke Bali, mereka ke sini untuk lihat-lihat. Dia bilang saya senang, bagus ini, anak-anak muda semua, desainnya bagus," katanya.

Saat ini, lanjutnya, masih persiapan aspek legal dari Progress Rail tersebut. "Yang terpenting mereka sudah oke, ini masih proses aspek legal, enggak sembarangan," katanya.

Nantinya, kata Budi, untuk lokomotif akan disiapkan satu blok dari total keseluruhan lahan pabrik baru seluas 83 hektare.

Selain dari perusahaan Amerika Serika, Budi mengatakan INKA juga akan mengandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menanamkan modalnya di pabrik yang akan memproduksi empat unit kereta sehari itu.

"Untuk saat ini ada tiga, yaitu INKA, KAI dan Progress rail," ujarnya.

Namun, ia belum mengetahui besaran modal yang akan ditanamkan PT KAI di pabrik baru.

Sementara untuk tahap pertama dibutuhkan pendanaan Rp600 miliar yang berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Sedangkan total investasi untuk keseluruhan pembangunan pabrik mencapai Rp1,6 triliun, termasuk untuk lahan dan akses.

Pabrik INKA di Banyuwangi dipersiapkan untuk kebutuhan ekspor, di mana bisa menekan biaya logistik karena hanya berjarak 3,2 kilometer ke pelabuhan, bahkan dengan akses rel langsung hanya 600 meter.

Pabrik kereta dan lokomotif di Banyuwangi ditargetkan mulai beroperasi untuk tahap pertama pada 2020.

Saat ini, jelas Budi, sedang berlangsung lelang kontraktor, yaitu Wika, PP dan Adhikarya, serta izin mendirikan bangunan dari Bupati Banyuwangi. "Akhir bulan ini kita sudah dapat pemenang lelangnya," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar