Program Inovasi Gancang Aron Banyuwangi Raih Penghargaan

id Gancang Aron, antar obat ke rumah pasien,layanan antar obat,pasien kurang mampu,gancang aron banyuwangi

Program Inovasi Gancang Aron Banyuwangi Raih Penghargaan

Bupati Abdullah Azwar Anas saat menerima penghargaan dari Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu (7/11/2018). (Istimewa)

program gancang aron masuk jajaran elit inovasi pelayanan publik terbaik di Indonesia
Banyuwangi (Antaranews Jatim) - Program inovasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, antar obat ke rumah pasien kurang mampu yang diberikan secara gratis mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat yang diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Bupati Abdullah Azwar Anas di Jakarta.

"Kami gembira program ini diapresiasi pemerintah pusat, serta yang terpenting mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat sebagaimana selalu diamanatkan Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla," ujar Bupati Abdullah Azwar Anas saat dihubungi dari Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu.

Program antar obat ke rumah pasien kurang mampu itu bernama Gancang Aron, kependekan dari Gugus Antisipasi Cegah Antrean Panjang dengan Antar Obat ke Rumah Pasien. Dalam bahasa setempat, gancang aron berarti lekas sembuh.

Anas mengatakan, gancang aron adalah instrumen untuk memberi pelayanan yang lebih efektif dan efisien kepada pasien rawat jalan di rumah sakit milik pemerintah daerah.

"Dengan program ini, pasien tidak perlu mengantre lama di apotek. Kan kasihan, pasien sudah sakit, masih disuruh nunggu obat. Apalagi jika obatnya butuh peracikan tertentu yang makan waktu. Maka dengan program ini, setelah berobat, pasien bisa langsung pulang dan beristirahat. Obatnya diantar ke rumah mereka setelah disiapkan apoteker," kata Anas.

Anas menambahkan, dalam perjalanannya, program ini menggandeng moda transportasi berbasis aplikasi Go-Jek sebagai penyedia jasa kurir pengantar obat ke rumah pasien.

"Personel dan armada kendaraan rumah sakit terbatas. Akhirnya kami kolaborasikan dengan Go-Jek. Dengan kolaborasi ini lebih hemat karena tidak perlu pengadaan armada kendaraan," ujarnya.

Meski diantar Go-Jek, rumah sakit milik pemerintah daerah tetap memantau ketepatan pengiriman obat.

"Sebelumnya, pasien diedukasi tentang obat yang dikonsumsinya saat menyerahkan resep," ujarnya.

Bahkan, kata dia, untuk memastikan obat diterima dengan tepat oleh pasien, driver Go-Jek diberikan pendidikan khusus.

"Tidak semua driver Go-Jek bisa mengantar obat, kita beri pendidikan khusus. Selain itu, ada sistem pengamanan lain untuk memastikan obat dan informasi tentang obat itu tersampaikan dengan baik ke pasien," ujar Anas.

Anas menjelaskan, program gancang aron masuk jajaran elit inovasi pelayanan publik terbaik di Indonesia. Masuk dalam jajaran Top 40 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Anas menambahkan, berkat berbagai inovasi Banyuwangi sepanjang 2017, Banyuwangi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat berupa insentif sebesar Rp8,7 miliar dan Rp75 miliar untuk pelaksanaan sejumlah program.

Direktur RSUD Blambangan dr Taufik Hidayat menambahkan, sejak diluncurkan akhir 2017, Gancang Aron telah melakukan lebih dari 5.000 pengiriman obat ke pasien kurang mampu.

Program ini juga menyediakan pelayanan home care, di mana apoteker mendatangi warga yang membutuhkan edukasi lebih tentang pengobatannya. "Layanan ini untuk penyakit tertentu yang butuh edukasi ekstra, seperti TBC," ujarnya.(*) 
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar