Petrokimia Kembangkan Pasar Ekspor Dorong Perekonomian Nasional

id Petrokimia Gresik, Pupuk Petrokimia Gresik, Petrokimia Ekspor Pupuk Ke India

Petrokimia Kembangkan Pasar Ekspor Dorong Perekonomian Nasional

Ilustrasi - Petugas mengecek stok pupuk di gudang Petrokimia Gresik. Foto : Istimewa (jatim.antaranews.com)

ekspor juga merupakan bentuk pengakuan pelaku bisnis dunia terhadap eksistensi Petrokimia Gresik, sebab Petrokimia merupakan produsen pupuk majemuk terlengkap dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi NPK mencapai 2,7 juta ton per tahun

Gresik (Antaranews Jatim) - PT Petrokimia Gresik terus mengembangkan pasar ekspor untuk mendorong perekonomian nasional, sebab upaya itu akan menyumbang devisa sekaligus menguatkann nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS). 
   
Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo di Gresik, Rabu mengatakan dalam kurun tahun 2018 perusahaannya telah mengekspor pupuk jenis NPS ke India kepada dua pembeli, yaitu Quantum Fertilizers Limited dan Agrifield DMCC. 
   
Meinu, ditemui usai melepas pupuk ekspor jenis NPS (20-20-13) sebesar 26.493 ton ke India mengatakan, hingga Oktober 2018 tercatat Petrokimia telah mengekspor pupuk jenis NPK dan NPS dengan berbagai formula ke India dan Filipina sebesar 137.702 ton. 
 
"Untuk hari ini kami melayani Agrifields DMCC. Sebelumnya kami juga mengekspor pupuk NPS untuk Agrifields DMCC pada bulan April dan Mei 2018, masing-masing sebesar 24.195 dan 22.499 ton," katanya. 
 
Ia menjelaskan, Quantum Fertilizers Limited merupakan perusahaan yang sudah merealisasikan ekspor sebanyak 25.294 ton pupuk NPS (20-20-13) pada bulan Januari 2018. 
   
Selanjutnya untuk pupuk NPK (14-14-14), Petrokimia Gresik telah mengekspor kepada dua pembeli asal Filipina, yaitu Agrotech Corporation dan Universal Harvester Inc. 
   
"Ekspor kami lakukan sebanyak empat kali, yaitu dua kali pada bulan Januari dan dua kali pada Oktober 2018. Total kuantum ekspor NPK ke Filipina mencapai 39.219 ton," katanya. 
 
Meinu mengatakan langkah ekspor pupuk ini selaras dengan kebijakan holding PT Pupuk Indonesia (Persero), dimana perusahaan didorong untuk bisa berkontribusi dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. 
   
"Kami akui, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS tidak lepas dari krisis global akibat kebijakan Bank Sentral AS menaikkan suku bunga. Dampaknya, Dolar AS kembali ke negara asalnya. Sehingga melemahkan berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah. Dengan melakukan ekspor, kami harap bisa ikut membantu mengatasi permasalahan tersebut," katanya. 
   
Selain itu, kata dia, ekspor juga merupakan bentuk pengakuan pelaku bisnis dunia terhadap eksistensi Petrokimia Gresik, sebab Petrokimia merupakan produsen pupuk majemuk terlengkap dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi NPK mencapai 2,7 juta ton per tahun. 
   
"Kami juga memiliki kapabilitas dalam memproduksi pupuk jenis NPK dan NPS dengan berbagai formula sesuai kebutuhan konsumen. Hingga 2018, tercatat kami telah membuat lebih dari 40 formulasi pupuk NPK dan NPS untuk beragam komoditas ke berbagai perusahaan, baik domestik maupun mancanegara," katanya. 
   
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat, mengapresiasi langkah ekspor Petrokimia, sebab hal itu juga upaya untuk menegaskan bahwa produk PT Pupuk Indonesia diminati oleh pasar pertanian dan perkebunan luar negeri. 
   
"Upaya ini juga merupakan langkah strategis perusahaan dalam mewujudkan diri sebagai produsen pupuk yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dan memberikan solusi untuk sektor agroindustri secara global," katanya. 
   
Aas mengatakan, dalam lima tahun terakhir, Petrokimia Gresik telah mengekspor beberapa produk ke berbagai negara, khususnya NPK, dengan total kuantum lebih dari 500 ribu ton. Jumlah itu belum termasuk realisasi ekspor pupuk anak perusahaan PT Pupuk Indonesia yang lain. 
   
"Kami harap tahun-tahun berikutnya ekspor bisa lebih meningkat lagi, dengan tanpa mengabaikan kewajiban utamanya untuk memproduksi dan menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi," katanya.*

Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar