Jonan: Rencana Tata Ruang Ikuti Pemetaan Geologi

id jonan, tata ruang kota, pemetaan geologi,penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ,Ignasius Jonan,likuifaksi

Jonan: Rencana Tata Ruang Ikuti Pemetaan Geologi

Abdullah (64), salah satu korban selamat dari bencana alam gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) duduk disekitar puing rumahnya yang hancur dan tertimbun lumpur di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). Bencana alam gempa dan likuifaksi pada 28 September 2018 didaerah tersebut mengakibatkan ratusan warga meninggal dunia serta rumah rusak. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/pd/18.)

Jakarta (Antaranews Jatim) - Rencana tata ruang di seluruh wilayah Indonesia harus ditinjau kembali berdasarkan pemetaan rawan bencana geologi,  kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, di Jakarta,  Jumat.

"Dengan adanya otonomi daerah dan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang diserahkan kepada Pemerintah daerah/kota, perlu peninjauan secara saintifik atau keilmuan daerah mana yang bisa digunakan untuk hunian manusia dalam berbagai kegiatan," ujarnya.

Penyusunan tata ruang wilayah di setiap kabupaten/kota, lanjut dia, harus disertakan dengan analisa kegeologian melalui poin mitigasi bencana.

Analisa ini penting kiranya dilakukan demi menghindari jumlah korban yang lebih besar apabila terjadi gempa bumi, gunung meletus dan tsunami.

"Sudah mulai dipikirkan kalau gempanya tujuh Skala Richter (SR) akan berbeda ongkos (bangunan) dengan 6 SR. Bahkan gempa 9 SR bisa 2-3 kali lebih mahal," kata Jonan.   

Ke depan, Jonan berharap ada institusi yang memegang otoritas dalam menginformasikan terkait wilayah layak huni berdasarkan kajian kegeologian.

Terlebih secara keilmuan, aktivitas tektonik dan vulkanik dan besaran magnitudo belum bisa terdeteksi hingga saat ini.    

"Saya kira harus ada otoritas mewakili negara yang menginformasikan kepada masyarakat luas terkait. Saran saya 'front runner'-nya itu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Badan geologi akan mendukung untuk bisa menjelaskan (potensi bencana geologi) dan ada pencegahan," ujarnya.

Hal ini dipermudah dengan adanya peta rawan bencana yang sudah disusun oleh Badan Geologi Kementerian ESDM dan dikirimkan setiap bulan kepada Pemerintah Daerah.

Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, pentingnya diseminasi informasi dini terkait bencana geologi kepada masyarakat akan meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Dalam rapat terbatas bersama Presiden, beliau mengatakan saya minta diinformasikan sedini mungkin dan secara betul biar masyarakat juga siap," ungkap Jonan. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar