Pakde Karwo: UMKM Topang Perekonomian Jatim

id gubernur jatim,soekarwo,umkm,perekonomian jatim,surabaya

Pakde Karwo: UMKM Topang Perekonomian Jatim

Gubernur Jatim Soekarwo (dua kiri) bersama mantan Gubernur Jatim Imam Utomo (kiri) beserta pejabat Forkopimda Jatim sebelum upaara peringatan Hari Jadi Ke-73 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat (12/10). (Foto Istimewa/Humas Pemprov Jatim)

Kontribusi UMKM sangatlah besar dalam mewujudkan peran digital ekonomi di Jatim
Surabaya (Antaranews Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terbukti mampu menopang pertumbuhan sekaligus sebagai tulang punggung perekonomian di wilayahnya.

"Kontribusi UMKM sangatlah besar dalam mewujudkan peran digital ekonomi di Jatim," ujarnya di sela menjadi inspektur upacara Hari Jadi Ke-73 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jumat.

Berdasarkan sensus ekonomi yang dilakukan pada tahun 2006, kata dia, jumlah UMKM Jatim sebanyak 4,2 juta, kemudian pada 2012 meningkat jadi 6,8 juta, bahkan jumlahnya terus meningkat dan tumbuh pada 2016 menjadi 12,1 juta UMKM.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, juga menjelaskan pada 2016, UMKM memberi kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim sebesar 57,52 persen.

Sementara itu, tema pada peringatan Hari Jadi Jatim tahun ini yakni "Makmurkan Jawa Timur Melalui Industri UMKM Berbasis Digital" sehingga diharapkan menjadi "smart province" melalui digital ekonomi.

Menurut dia, penerapan digital ekonomi tersebut menjadi kebutuhan dalam menghadapi persaingan pasar bebas dan berperan dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat.

"Penerapan tersebut sebagai solusi untuk meningkatkan daya saing, terutama pada proses produksi, pembiayaan dan pasar. Ini penting dilakukan karena prosesnya akan menjadi lebih efisien dan efektif," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim itu.

Melalui digital ekonomi, kata dia, segala informasi tentang penyediaan bahan baku industri di masing-masing daerah bisa tersedia sehingga ketika ada suatu daerah atau perusahaan membutuhkan bahan baku, bisa mengambil dari daerah lain dan tidak perlu impor dari luar negeri.

Di sisi lain, pada upacara yang diikuti ribuan undangan tersebut, disediakan berbagai macam buah yang diproduksi dari petani-petani di Jatim, antara lain buah apel, nanas, mangga, pisang, salak hingga buah naga.

Undangan yang hadir dipersilakan membawa pulang buah-buah tersebut, bahkan terlihat ada sebagian yang langsung memakannya di tempat. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar