Pengembangan Sektor Pariwisata Dorong Pertumbuhan UMKM

id UMKM malang,pariwisata dorong UMKM,pariwisata malang

Pengembangan Sektor Pariwisata Dorong Pertumbuhan UMKM

Ilustrasi - Wisata Kampung Warna Warni Kampung warna-warni setelah proses pengecatan selesai terlihat dari jembatan Sungai Brantas, Jodipan, Malang, Jawa Timur. (Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto).

Malang (Antaranews Jatim) - Pengembangan sektor pariwisata di wilayah Malang Raya dinilai mampu mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kata pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Dias Satria.

Dias mengatakan, sektor pariwisata dengan UMKM merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan, karena dengan semakin banyaknya kunjungan wisatawan dalam negeri maupun mancanegara, maka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualannya semakin terbuka.

"Pariwisata saat ini luar biasa, UMKM dan pariwisata tidak dapat dipisahkan. Artinya saat pariwisata maju, UMKM juga akan ikut maju. Malang Raya memiliki potensi, khususnya untuk mendorong UMKM maju," kata Dias, yang juga pendiri UMKM Jagoan, di Kota Malang, Kamis.

Masa depan sektor pariwisata di dalam negeri, lanjut Dias, bukan lagi terfokus pada tempat-tempat wisata buatan, melainkan wisatawan akan lebih tertarik pada tempat-tempat wisata tematik, yang menyuguhkan kearifan lokal dari budaya setempat.

Dengan semakin dikembangkannya sektor wisata buatan berupa wisata tematik tersebut, UMKM memiliki peluang untuk berkembang. Beberapa sektor usaha UMKM yang memiliki peluang besar untuk berkembang antara lain adalah sektor kuliner, jasa, dan ekonomi kreatif.

Tercatat hingga semester pertama 2018, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Malang memang mengalami kenaikan.

Pada periode Januari hingga Agustus 2018, jumlah wisatawan mancanegara ke Kota Malang mencapai 15 ribu orang, naik dari tahun sebelumnya yang sekitar 6.000 orang.

Sementara target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Malang mencapai 150.000 orang pada 2019.(*)

Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar