Pembangunan Pusat Olahraga Kota Malang Terhambat Lahan

id gedung pusat olahraga, sport center,pusat olahraga malang,lahan pusat olahraga,malang sport center

Pembangunan Pusat Olahraga Kota Malang Terhambat Lahan

Wali Kota Malang Sutiaji (kiri) berpasangan dengan Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Timur Wijanarko Adi Mulya, dalam pertandingan pembuka Kejurkot Bhayangkara Malang Open 2018, di Kota Malang, Rabu (26/9). (Vicki Febrianto) (Vicki Febrianto/)

Malang (Antaranews Jatim) - Keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk membangun pusat olahraga (Sport Center) yang dilengkapi dengan mess atlet terhambat lahan karena tidak ada yang memenuhi standar ideal dengan luas minimal 25 hektare.
      
Wali Kota Malang Sutiaji di Malang, Jumat, mengatakan, Kota Malang diproyeksikan memiliki fasilitas sport center bagi atlet dengan anggaran pembangunan gedung sepenuhnya didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, namun luasan lahan yang disyaratkan Kemenpora belum bisa terpenuhi.
       
"Pemerintah pusat memberi syarat Pemkot Malang untuk menyiapkan lahan seluas 25 hektare dan dana pembangunan disiapkan sepenuhnya oleh Kemenpora. Dengan luasan tersebut diharapkan mampu menampung seluruh aktivitas setiap cabang olahraga," kata Sutiaji.
      
Hanya saja, lanjutnya, Pemkot Malang harus memiliki dulu lahan dengan luas minimal 17 hektare dan idealnya 25 hektare. Dan lahan itu yang belum dimiliki Pemkot Malang.
      
Menyinggung adanya kemungkinan membidik lahan di Kabupaten Malang, Sutiaji belum dapat memastikannya. Sebagai solusi saat ini kemungkinan hanya akan membangun sport center, namun tidak untuk semua cabang olahraga.
      
"Artinya sport center harapan kami nanti hanya untuk beberapa cabang olahraga di bawah naungan KONI," ucapnya.
      
Menurut Sutiaji, dibangunnya sport center tersebut bertujuan untuk menampung agenda olahraga, baik skala nasional maupun internasional, bahkan dengan fasilitas tersebut bukan tidak mungkin bakal meningkatkan industri ekonomi mikro. "Dan, para atlet juga tidak susah mencari tempat latihan maupun bermalam," ucapnya.
       
Sementara itu, KONI Kota Malang berharap pemerintah setempat bisa segera merealisasikan pembangunan Sport Center tersebut. "Mudah-mudahan bisa secepatnya karena bisa sebagai sarana dan prasarana KONI, sehingga semua cabang olahraga bisa terakomodasi," kata Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono.
       
Rencananya sport center tersebut dipusatkan di kawasan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkadang, Kota Malang. Namun, saat ini luas lahannya masih sekitar 10 hektare.
        
Sport centre yang sudah dibangun dan didanai Kemenpora adalah di Kabupaten Pacitan. Selama ini, perhelatan olahraga skala nasional di Kota Malang diselenggarakan di beberapa gedung dengan cara menyewa, seperti perhelatan kejuaraan bulu tangkis nasional beberapa waktu lalu, menyewa Gedung Graha Cakrawala milik Universitas Negeri Malang (UM).
       
Kota Malang sudah memiliki GOR Ken Arok di Kedungkandang, namun gedung tersebut tidak bisa digunakan untuk latihan berbagai cabang olahraga.(*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar