Polda Perbanyak Sosialisasi Pencegahan Pungli di Jatim

id Polda Jatim, pungli,dana desa,irwasda kombes pol sutardjo

Polda Perbanyak Sosialisasi Pencegahan Pungli di Jatim

Wakapolda Jatim Brigjen Pol M Iqbal saat membuka Sosialisasi dan Ikrar Pencegahan Pungli di Surabaya, Selasa. (Willy Irawan)

Selama ini kepala desa kurang memahami peruntukannya. Begitu banyak (anggaran, red), maka mau diapakan uang ini. Di sinilah kita membantu untuk asistensi dan sosialisasi agar tidak salah peruntukkan
Surabaya (Antaranews Jatim) - Kepolisian Daerah Jawa Timur memerintahkan Polres jajarannya untuk memperbanyak sosialisasi kepada kepala desa untuk pencegahan adanya pungutan liar (pungli) di wilayah itu.

"Tahun ini banyak sosialisasi pencegahan, sehingga penindakan berkurang. Ke depan kita per rayon ada Polres jajaran, dan kita akan turun untuk sosialisasi pencegahan pungli ke rayon-rayon tersebut," kata Irwasda Polda Jatim Kombes Pol Sutardjo di Surabaya, Selasa.

Sutardjo mengungkapkan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Jatim tahun 2018 terjadi penurunan jika dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 150-an kasus. Sampai bulan September 2018 hanya ada 33 kasus di Jatim.

Pria yang juga Ketua Satgas Saber Pungli Polda Jatim ini menjelaskan, turunnya kasus pungli di Jatim dikarenakan banyaknya pengawasan dan pendampingan yang dilakukan pihaknya kepada kepala desa.

"Selama ini kepala desa kurang memahami peruntukannya. Begitu banyak (anggaran, red), maka mau diapakan uang ini. Di sinilah kita membantu untuk asistensi dan sosialisasi agar tidak salah peruntukkan," ujarnya.

Bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Sutardjo menegaskan Polri akan terus mengawasi peruntukan dana desa yang disalurkan kepada para Kepala Desa.

Dengan begitu Kepala Desa dapat terarah dalam penggunaan dana desa tersebut. Sehingga dapat berkurang bahkan tidak adanya lagi kasus OTT yang melibatkan Kepala-kepala daerah di Jawa Timur.

"Kami bersama dengan Mendagri akan terus mengawasi penyerapan dana desa ini. Jadi bukan maunya polisi, memang ada aturannya supaya kita bisa mengawasi dana desa tersebut," ucapnya.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar