Pelatih : Vietnam Kebobolan karena Hilang Konsentrasi

id U-16, timnas U-16, palerih vietnam, pelatih timnas indonesia

Pelatih : Vietnam Kebobolan karena Hilang Konsentrasi

Ilustrasi - Pesepak bola Indonesia U-16 Amiruddin Bagas Kaffa (kedua kanan) berusaha melewati sejumlah pesepak bola Myanmar U-16 dalam laga penyisihan grup A Piala AFF U-16 di Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (31/7). Antara Jatim/Zabur Karuru/18

Kuala Lumpur (Antara) - Pelatih tim nasional sepak bola U-16 Vietnam Vu Hong Viet mengatakan, satu gol Indonesia ke gawang timnya di laga Grup C Piala U-16 Asia 2018, Senin (24/9), terjadi karena anak-anak asuhnya hilang konsentrasi.

Gol Indonesia yang tercipta di menit ke-50 melalui Sutan Zico itu membuat Vietnam yang sudah unggul 1-0 sejak menit ke-31 gagal memenangkan pertandingan.

"Di awal babak kedua beberapa pemain saya kekurangan konsentrasi dan bingung. Kondisi itu berhasil dimanfaatkan Indonesia," ujara Vu Hong Viet usai pertandingan di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Sein (24/9) malam.

Meski menyayangkan terjadinya gol penyeimbang tersebut, Vu menilai kedua tim secara umum sudah tampil baik.

Vietnam, lanjut dia, menampilkan performa yang bagus di pertandingan tersebut terlepas dari hilangnya fokus mereka sesaat setelah paruh kedua laga berjalan.

Vu menganggap timnya berhasil menciptakan beberapa peluang berbahaya yang gagal menjadi gol baik karena rapatnya pertahanan Indonesia maupun bola membentur tiang.

"Kami kurang beruntung dan saya rasa kami pantas memenangkan partai itu. Akan tetapi, ya, itulah sepak bola," tutur dia.

Hasil seri dari laga kontra Indonesia membuat Vietnam saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup C Piala U-16 Asia 2018 dengan satu poin dari dua laga.

Agar lolos ke perempatfinal, mereka mau tidak mau harus menang di laga terakhir, Kamis (27/9), melawan Iran. Itupun dengan catatan, pada pertandingan lainnya, Indonesia dan India yang sama-sama berpoin empat dari dua pertandingan saling mengalahkan. Jika Indonesia dan India bermain seri, maka peluang lolos Vietnam maupun Iran dari babak grup praktis tertutup.

"Saya sadar peluang lolos kami kecil. Namun kami akan terus berjuang dan bertarung sampai akhir," tutur Vu Hong Viet. 

Puas

Pelatih tim nasional sepak bola U-16 Indonesia Fakhri Husaini merasa puas atas penampilan skuatnya meski hanya meraih satu poin dari laga lanjutan Grup C Piala U-16 Asia 2018 menghadapi Vietnam yang berakhir dengan skor 1-1, Senin (24/9). 

"Saya puas dengan satu poin yang menjadi modal bagus untuk menghadapi India," ujar Fakhri usai pertandingan di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. 

Satu angka dari partai tersebut membuat perolehan poin Indonesia di Grup C menjadi empat poin dari dua pertandingan, sama dengan perolehan poin India.  

Namun, dua tim lain yakni Vietnam dan Iran baru memiliki satu poin dari dua laga yang dilewati. Artinya, dengan hanya tidak kalah di laga terakhir kontra India, Kamis (27/9), Indonesia akan lolos ke delapan besar.

    
Terkait laga kontra Vietnam, Fakhri menilai anak-anaknya bermain cukup bagus meski di babak pertama alur serangan timnya tersendat. Pasalnya, Mochamad Yudha, yang sejatinya berposisi bek kiri, kesulitan menunaikan tugasnya untuk menggantikan Mochammad Supriadi sebagai pemain sayap di sisi yang sama. 

Oleh karena itulah sejak menit ke-33 Yudha dikembalikan ke posisi aslinya dan Hamsa Lestaluhu masuk untuk mengisi sayap kiri. 

Melihat tak ada gol di babak pertama, Fakhri pun menurunkan penyerang Sutan Zico di paruh kedua. Keputusan inilah yang berhasil menciptakan gol penyeimbang. 

"Saya memasukkan Sutan Zico di babak kedua untuk memecah kebuntuan tim dan dia berhasil menjalankan tugasnya dengan baik," tutur Fakhri. 

Satu gol dari Sutan Zico itu pun berhasil menyelamatkan timnas U-16 Indonesia dari kekalahan atas Vietnam dan membuat laga berakhir imbang 1-1. (*)

    
   Gol Sutan Zico tercipta pada menit ke-50, sementara Vietnam unggul terlebih dahulu melalui gol Khuat Van Khang di menit ke-31.  (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar