Risma Sidak Rumah Pompa Surabaya Jelang Musim Hujan

id rumah pompa,jelang musim hujan,antisipasi banjir,banjir surabaya

Risma Sidak Rumah Pompa Surabaya Jelang Musim Hujan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar inspeksi mendadak ke rumah pompa Jalan Kenari, Surabaya, Jatim, Selasa. (Abdul Hakim)

Rumah pompa Jalan Kenari ini sangat vital sebab mencakup beberapa jalan protokol di Surabaya, di antaranya Jalan Blauran, Embong Sawo, Gubernur Suryo dan Balai Kota Surabaya
Surabaya (Antaranews Jatim) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar inspeksi mendadak ke rumah pompa Jalan Kenari, Surabaya, Jatim, Selasa, menjelang musim hujan.
     
Saat tiba di lokasi, Risma langsung masuk untuk mengecek rumah pompa yang baru selesai dilakukan penambahan kapasitas pompa sekitar 3 m3 (kubik). 
     
"Rumah pompa Jalan Kenari ini sangat vital sebab mencakup beberapa jalan protokol di Surabaya, di antaranya Jalan Blauran, Embong Sawo, Gubernur Suryo dan Balai Kota Surabaya," katanya.
     
Selain penambahan kapasitas pompa, Risma juga menyebut untuk mengindari kesan kumuh di rumah pompa itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga mempercantik rumah pompa itu dengan mengecat warna-warni dan mural. 
     
Bahkan, lanjut dia, saat ini rumah pompa yang tersebar di Surabaya juga sudah dilengkapi dengan genset dengan tujuan ketika listrik padam, rumah pompa itu masih bisa dioperasikan.
     
"Jadi kalau listrik mati, Insya Allah kita bisa jalan. Dulu kita kalau ada listrik mati pasti bermasalah. Namun kita sekarang sudah ada genset. Jadi secara teori dan teknis itu sudah terpenuhi," ujarnya.
     
Ia juga memastikan untuk rumah pompa di lokasi lainnya juga dilakukan penambahan kapasitas pompa. Setidaknya ada 17 rumah pompa yang dilakukan penambahan kapasitas, masing-masing 3 m3 (kubik).  Namun untuk rumah pompa di Morokrembangan dan Balong 2, masing-masing ditambah 5 m3 (kubik).
     
"Jadi kita rata-rata nambahnya kapasitas rumah pompa itu 3 m3 (kubik), hampir di seluruh rumah pompa. Tapi yang di Morokrembangan dan Balong 2, kita nambahnya 5 m3 (kubik) baru," katanya.
     
Ia mengatakan alasan Pemkot Surabaya melakukan penambahan kapasitas pompa di masing-masing rumah pompa itu disebabkan curah hujan yang semakin tinggi. 
     
Dahulu rumah pompa tidak sampai menampung curah hujan 80 m3 (kubik), namun sekarang curah hujan yang mencapai tiga kali lipat, membuat rumah pompa menampung air rata-rata 290 m3 (kubik). 
     
Karena itu, Pemkot Surabaya kemudian melakukan penambahan kapasitas rumah pompa tersebut. "Karena curah hujannya itu hampir tiga empat kali lipat. Kita memang persiapannya lebih di awal," ujarnya.
     
Selain itu, kata dia, Pemkot Surabaya juga bakal memiliki rumah pompa baru di Jalan Petekan. Namun, saat ini pengerjaannya masih mencapai sekitar 10 persen. Disamping penambahan kapasitas rumah pompa, Risma juga mengaku peninggian tanggul laut juga menjadi salah satu prioritas utama dalam persiapan menghadapi musim penghujan.
     
"Jadi rumah pompa yang berbatasan dengan laut itu kita tinggikan semua, termasuk tanggulnya. Termasuk sekitaran Suramadu, Tambak Wedi. Kemudian di Wonorejo Rungkut itu kemarin kita juga tinggikan tanggul di sana," kata dia.
     
Selain sidak ke rumah pompa Jalan Kenari, Risma juga melakukan sidak ke proyek Jembatan Kartini dan Box Culvert Jalan Raya Sememi.***4***

 
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar