Mahasiswa IKIP BU Malang Juara Nasional Pencak Silat di Semarang

id mahasiswa IKIP BU Malang, juaran nasional pencak silat

Mahasiswa IKIP BU Malang Juara Nasional Pencak Silat di Semarang

Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang M Taqiyyudin Rohanan, peraih medali emas dan perunggu pada Turnamen Pencak Silat Terbuka Tugu Muda I Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini. (istimewa)

Dengan prestasi yang diraih Didin sebagai juara nasional pencak silat sekaligus sebagai pesilat andal, IKIP BU Malang akan memberikan penghargaan. IKIP BU akan mengusulkan M Taqiyyun mendapat beasiswa dari alumni atau beasiswa yayasan
Malang (Antaranews Jatim) - Mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang, M Taqiyyudin Rohanan menjuarai Turnamen Pencak Silat Terbuka Tugu Muda I Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, pada 1-2 September 2018.

Rohanan yang meraih medali emas dan piagam penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu, saat ini berstatus mahasiswa baru (maba) Jurusan pendidikan jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) IKIP Budi Utomo (IBU) Malang.

"Alhamdulillah, saya bersyukur bisa meraih medali emas dan menjuarai turnamen tersebut," kata Muhammad Taqiyyudin Rohanan di Malang, Jawa Timur, Selasa.

Ia menerangkan dalam kejuaraan tersebut ia turun di dua kategori, yakni kategori Seni Tunggal Putra Bersenjata dan Tanding Putra.

Di kategori Seni Tunggal Putra Bersenjata Rohanan meraih medali emas, sedangkan di Kategori Tanding Putra meraih perunggu.

Rohanan mengaku bersyukur karena bisa meraih medali. Sebab, saingan yang dihadapi tidak sedikit, yakni sekitar 1.200 atlet pencak silat (pesilat) dari berbagai penjuru Indonesia. "Saya berharap ke depan bisa mengharumkan almamater saya (IBU Malang) maupun bangsa Indonesia di kancah internasional," tutur Muhammad Taqiyyudin Rohanan yang akrab dipanggil Didin itu.

Menanggapi torehan prestasi salah seorang mahasiswanya itu, Kepala Pusat Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (PKHM) IBU Malang Dr Rochsun M.Kes menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih Didin tersebut, karena mahasiswa berprestasi memang mendapat tempat khusus di IBU Malang, termasuk mahasiswa baru.

"Dengan prestasi yang diraih Didin sebagai juara nasional pencak silat sekaligus sebagai pesilat andal, kami akan memberikan penghargaan. Kami akan mengusulkan M Taqiyyun mendapat beasiswa  dari  alumni atau beasiswa yayasan," paparnya.

Rochsun mengaku IBU Malang akan selalu an terus berupaya menggali prestasi dan potensi setiap Maba, termasuk yang membutuhkan bantuan khusus (beasiswa).

"Potensi yang kami gali itu tak hanya terkait prestasi akademik, tetapi juga presasi nonakademik di berbagai bidang, seperti yang ditorehkan Didin di bidang olahraga," tuturnya.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar