Malang (Antaranews Jatim)- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menyatakan bahwa kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Bromo sejak Sabtu (1/9) hingga Senin (3/9) sudah teratasi dan berhasil dipadamkan.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS)John Kenedie kepada Antara mengatakan berdasarkan pantauan Hotspot Information Land Forest Alert Satelit LAPAN pada hari Selasa, 4 September 2018 pukul 09.13 WIB, kawasan sabana TNBTS sudah tidak terdeksi titik hotspot.
"Berkat kerja keras dari seluruh personil TNBTS dan bantuan dari para mitra seperti TNI, Polri, BPBD, Tagana, Masyarakat dan unsur lainnya, kebakaran telah berhasil dipadamkan," kata John, Selasa.
Sebanyak 320 personel gabungan diturunkan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan savana Gunung Bromo dari petugas TNBTS, Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perhutani, dan jasa wisata yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Sebelumnya, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyatakan ada sebanyak 263 titik api yang membakar kawasan Gunung Bromo selama tiga hari itu. Luasan lahan yang terbakar mencapai 65 hektar, dimana kebakaran paling luas terjadi di area sabana yang mencapai 30 hektar.
BB-TNBTS menyatakan tidak bisa memastikan apakah kebakaran tersebut akibat kesengajaan atau tidak. Pihak BB-TNBTS menyerahkan penyelidikan sepenuhnya kepada Kepolisian Resor Kota Malang. Pengawasan akan ditingkatkan supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Selama terjadi kebakaran tersebut, Gunung Bromo tidak ditutup untuk wisatawan dan tetap beroperasi seperti biasa, serta tidak berpengaruh terhadap jumlah kunjungan yang ada.
Namun, pada Sabtu (1/9) para wisatawan yang akan masuk ke wilayah Gunung Bromo dari Malang, dialihkan melalui Wonikitri, Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan dan Cemoro Lawang, Probolinggo.
"Bromo tidak pernah ditutup, buka seperti biasa dan tidak ada pengaruh terhadap jumlah pengunjung ke Bromo. Hanya saja, pada Sabtu (1/9) pengunjung yang masuk ke Bromo via malang dialihkan," kata John. (*)
Pewarta: Vicki FebriantoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.