Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Linmas Satpol PP Kota Madiun, Bambang Sediono di Madiun, Kamis, mengatakan dari 46 kasus kebakaran tersebut, didominasi oleh kebakaran lahan, sedang sisanya terjadi di rumah dan permukiman warga.
"Dari kasus-kasus kebakaran tersebut tidak terdapat korban jiwa," ujar Bambang dalam kegiatan sosialisasi inspeksi sarpras alat damkar di Gedung Diklat Kota Madiun.
Menurut dia, sebagian besar penyebab kasus kebakaran tersebut disebabkan karena kecerobohan manusia, diantaranya kecerobohan karena memasang setop kontak listrik secara bertumpuk-tumpuk di rumah, membakar sampah di dekat rumah dan tidak ditunggui, hingga membuang puntung rokok yang masih menyala.
"Warga kadang tidak berpikir bahwa memasang alat listrik seperti setop kontak bertumpuk-tumpuk sangat berbahaya," kata dia.
Ia menjelaskan, dari sejumlah kasus kebakaran yang ditangani tersebut, tercatat meningkat dari tahun sebelumnya pada periode yang sama. Meski demikian, pihaknya lupa data pastinya.
"Pokoknya kasusnya meningkat dari tahun lalu. Karena itu perlu diwaspadai," kata Bambang lebih lanjut.
Guna menekan kasus kebakaran di wilayah Kota Madiun, pihaknya intensif melakukan sosialisasi kepada warga Kota Madiun melalui berbagai kegiatan pertemuan masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Selain itu, pihaknya juga menyiagakan delapan unit mobil pemadam kebakaran selama 24 jam guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Warga juga diimbau waspada dengan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Pihaknya juga meminta warga secara berkala mengecek instalasi listrik di rumah, kantor, maupun gedung.
"Juga, mematikan puntung rokok yang hendak dibuang ke tempat sampah. Ia berharap, dengan upaya yang telah dilakukan tersebut, jumlah kebakaran di Kota Madiun dapat dicegah," ujarnya. (*)
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026