BBKP Surabaya Gagalkan Penyelundupan 154 Ekor Burung

id BBKP Surabaya, Penyelundupan Burung, Tanjung Perak Surabaya

BBKP Surabaya Gagalkan Penyelundupan 154 Ekor Burung

Petugas Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya memperlihatkan barang bukti satwa burung saat rilis penggagalan penyelundupan burung di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/8). Petugas BBKP Surabaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 154 ekor burung dari Kalimantan Tengah yang terdiri dari Cucak Hijau 60 ekor, Cucak Jenggot tiga ekor, Murai Batu 53 ekor serta burung Sulingan atau Tledekan 38 ekor tanpa dilengkapi dokumen kesehatan (health certificate) dari daerah asal. Antara Jatim/Moch Asim/18.

Kemudian juga ada jenis burung lainnya yaitu, Murai Batu sebanyak 53 ekor dan juga Tledekan sebanyak 38 ekor
Surabaya (Antaranews Jatim) - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya menggagalkan upaya penyelundupan 154 ekor burung berbagai jenis melalui Kapal Satya Kencana dari Kumai, Kalimantan Tengah, menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Kabid Pengawas dan Penindakan BBKP Surabaya Latifatul Any di Surabaya, Selasa mengatakan 154 jenis burung tersebut terdiri dari Cucak Hijau sebanyak 60 ekor, Cucak Jenggot sebanyak tiga ekor.

"Kemudian juga ada jenis burung lainnya yaitu, Murai Batu sebanyak 53 ekor dan juga Tledekan sebanyak 38 ekor," katanya saat temu media di kantor pelayanan III Bidang Karantina Hewan, Perak Surabaya.

Ia mengemukakan, kronologis pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat adanya pemasukan burung ilegal dari Kalimantan Tengah melalui jalur laut.

"Sebagai tindak lanjut, petugas kemudian melakukan pemeriksaan kapal dan menemukan truk yang mengangkut ratusan burung tersebut. Tepatnya ditempatkan pada bagian bawah truk," ujarnya.

Ia mengemukakan, setelah dikonfirmasi kepada pemilik barang, ternyata burung-burung itu tanpa dilengkapi dengan dokumen kesehatan dari daerah asal, sehingga pada saat itu juga dilakukan penyitaan.

"Hal juga sesuai dengan Undang -Undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan pasal 6 yang menyatakan untuk melalulintaskan burung dari satu area ke area lainnya di Indonesian harus dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari daerah asal," ujarnya.

Ia mengatakan, selain untuk menegakkan hukum dan memberikan efek jera, penyitaan tersebut juga dimaksudkan untuk melindungi unggas di Jawa Timur terhadap flu burung atau penyakit lainnya.

"Sambil menunggu pemilik melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, ratusan burung itu diamankan di BBKP Surabaya wilayah kerja Tanjung Perak. Jika setelah batas waktu yang ditetapkan pemilik tidak melengkapi dokumen, maka akan dilakukan tindakan lanjutan yakni penolakan," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar