Risma Nilai Pergerakan Ekonomi di Surabaya Cepat

id risma,perekonomian surabaya,daya beli masyarakay surabaya,antaranews jatim

Risma Nilai Pergerakan Ekonomi di Surabaya Cepat

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat membuka pameran "Surabaya Great Expo" 2018 di Grand City, Surabaya, Jumat. (Abdul Hakim)

Saya yakin perekonomian Kota Surabaya akan terus bergerak menjadi lebih baik ke depannya
Surabaya (Antaranews Jatim) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menilai pergerakan ekonomi di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur cepat dengan indikasi daya beli masyarakat semakin tinggi.
     
"Saya yakin perekonomian Kota Surabaya akan terus bergerak menjadi lebih baik ke depannya," kata Tri Rismaharini saat membuka pameran "Surabaya Great Expo" 2018 di Grand City, Surabaya, Jumat.
     
Risma menyampaikan daya beli masyarakat Surabaya yang rendah pada awal menjabat sebagai Wali Kota Surabaya pada 2010 di kisaran 43 persen, sedangkan daya beli masyarakat menengah atau sedang berada di kisaran 42 persen dan sisanya merupakan daya beli tinggi.
     
Namun, lanjut dia, pada 2016 setelah dilakukan survei, daya beli masyarakat yang rendah tinggal 8 persen, kemudian yang sedang turun jadi 41 persen. 
     
"Itu artinya melompat jauh dari daya beli yang rendah ke daya beli yang tinggi.  Padahal, seharusnya dari rendah ke menengah dulu, namun ini langsung melompat ke tinggi," katanya.
     
Selain itu, lanjut dia, pada saat awal-awal menjadi Wali Kota Surabaya, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya hanya mencapai Rp900 miliar. Tapi saat ini, PAD Kota Surabya sudah Rp5 triliun lebih. 
     
"Jadi, kalau dulu komposisinya di Pemkot Surabaya PAD 40 persen dan 60 persen dari sumbangan pemerintah pusat dan provinsi. Tapi sekarang terbalik, pemkot 60 persen PAD, dan 40 persennya dari pemerintah pusat dan provinsi," katanya.
     
Oleh karena itu, Risma juga mengajak warga Surabaya untuk bersyukur dengan kondisi pergerakan perekonomian ini. Salah satu caranya untuk mensyukurinya adalah memberikan bantuan kepada saudara-saudara di Lombok yang saat ini terkena musibah gempa.
     
Pada kesempatan itu pula, Risma mengaku sengaja menggelar acara Surabaya Great Expo 2018 dibarengkan dengan acara Surabaya Marathon 2018 pada Agustus 2018 dengan tujuan supaya para tamu-tamu peserta Surabaya Marathon juga ikut datang ke pameran Surabaya Great Expo itu.
     
"Jadi, tinggal sekarang bagaimana Dinas Perdagangan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk membawa tamu-tamu itu bisa datang ke sini. Saya harap tidak hanya warga Surabaya saja yang menikmati ini, tapi juga BUMN dan BUMD juga ikut berkembang," katanya.
     
Menurut Risma, dengan adanya kondisi ini, pihaknya meyakini perekonomian Kota Surabaya akan terus bergerak menjadi lebih baik ke depannya. Alhasil, tidak lagi warga yang kesulitan dan mengeluh dalam menyekolahkan anak-anaknya. 
     
"Saya yakin bisa kalau kita bergerak bersama-sama. Mari bekerja keras, kita tidak boleh menyerah, saya yakin kita bisa melakukannya," ujarnya.
     
Sementara itu, Direktur PT Debindo Mitra Tama Moch. Kushendarman mengatakan pamerah yang sudah memasuki tahun ke 9 ini diikuti oleh 83 stand UMKM. 
     
Dalam pameran tahun ini, lanjut dia, pihaknya menargetkan transaksi sebesar Rp40 miliar dengan jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 25 ribu orang. Hal ini diyakini tercapai karena pada tahun ini berbarengan dengan acara Surabaya Marathon.
     
"Yang paling penting juga, setelah acara ini ada beberapa UKM yang memiliki order berkelanjutan atau ada pesanan hingga beberapa bulan ke depannya," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar