Primkop Kartika Widya Sejahtera Simbol Egalisasi Ekonomi

id Primer Koperasi, Primkop Kartika Widya Sejahtera, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, antara jatim

Primkop Kartika Widya Sejahtera Simbol Egalisasi Ekonomi

Primer Koperasi (Primkop) Kartika Widya Sejahtera di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi simbol egalisasi ekonomi dalam tubuh militer. (Foto Hanni Sofia)

Ada pengawas yang ditugaskan khusus untuk mengawasi koperasi sehingga ada terus kontrol kepada pengurus koperasi agar tidak terjadi penyimpangan
Banjarbaru, Kalsel (Antara) - Primer Koperasi (Primkop) Kartika Widya Sejahtera di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi simbol egalisasi ekonomi dalam tubuh militer.
Koperasi itu layak menjadi teladan koperasi angkatan yang senantiasa berupaya menghadirkan kemudahan dan layanan bagi masyarakat sekitar.

Koperasi produsen yang baru saja meraih penghargaan Koperasi Berprestasi Tahun 2018 dari Menteri Koperasi dan UKM itu memiliki banyak unit usaha yang bergerak di bidang produksi/jasa termasuk pengadaan daging untuk rakyat, penyediaan pupuk untuk petani, penyediaan gas elpiji bersubsidi, dan pengelolaan pasar tradisional.
Koperasi tersebut berada di bawah naungan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI Mulawarman itu beranggotakan 615 orang yang seluruhnya personal di kesatuan tersebut.

Komandan Rindam VI Mulawarman Kolonel Inf Iwan Ma'ruf Zainudin yang menjadi pembina Primkop saat ditemui di Markas Rindam di Jalan A. Yani Km 26 Banjarbaru Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (17/7), mengatakan kunci sukses koperasi di bawah binaannya adalah penerapan ketegasan dalam pengelolaan, prinsip kehati-hatian, dan fungsi pengawasan yang ketat.

"Ada pengawas yang ditugaskan khusus untuk mengawasi koperasi sehingga ada terus kontrol kepada pengurus koperasi agar tidak terjadi penyimpangan," ucapnya.

Kantor pusat koperasi yang sekaligus menjadi lokasi operasi waserda (unit toko) ditempatkan di tepi jalan utama Banjarbaru yang diharapkan memudahkan akses masyarakat kepada toko koperasi.

Menurut Iwan sejatinya ada begitu banyak potensi yang bisa digarap oleh Primkop termasuk mengelola lahan Rindam seluas 100 ha.
Namun, ia mengembalikan kepada pengurus koperasi karena menyangkut kesiapan SDM di dalamnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Primkopol Kartika Widya Sejahtera Kapten Sujarno mengatakan koperasi yang berdiri sejak 15 Oktober 1981 itu memiliki berbagai unit usaha yang sebagian besar di antaranya menjadi wujud nyata koperasi melayani masyarakat.

Unit usaha saat ini terdiri dari simpan pinjam, unit usaha waserda yang melayani banyak usaha mulai dari penyediaan daging, gas, pupuk, jasa potong rambut, dan pengelolaan pasar, serta unit usaha lelang.

Ia mengatakan, koperasi yang telah memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) itu bermitra dengan pihak lain untuk bisa menghadirkan pelayanan kepada masyarakat.

Untuk daging koperasi itu bekerja sama dengan Bulog dan kami pasarkan kepada masyarakat dengan harga tak melebihi HET pemerintah. Demikian juga gas bersubsidi yang dipasarkan Rp17.500 pertabung.

Selain melayani anggota yang bermukim di asrama, koperasi juga melayani masyarakat sekitar sehingga khusus gas kuota selalu ludes yakni 400 tabung perbulan terbagi dua kali pengiriman.

Kalau untuk pupuk, koperasi bermitra dengan Pupuk Kaltim. Modelnya petani memesan kepada koperasi lalu koperasi mendatangkannya dari Pupuk Kaltim, hal ini dilakukan di Unit Toko II koperasi di Gunung Kupang, Banjarbaru.
Tak hanya itu, Primkop juga memiliki unit usaha potong rambut yang melayani anggota dan masyarakat umum.

Anggota TNI yang ratusan jumlahnya menjadi "captive market" dan pasar tetap mereka karena setidaknya rata-rata anggota TNI merapikan rambutnya dua kali dalam sebulan.

Koperasi sekaligus menyediakan kesempatan bagi anggotanya untuk memiliki kendaraan dengan sistem kredit tanpa DP melalui kerja samanya dengan dealer-dealer sepeda motor.

Pasar Rakyat
Sekretaris Primkop Kartika Widya Sejahtera Serma Rebono mengatakan koperasinya menginisiasi pembentukan pasar rakyat di kawasan Jalan Trikora Banjarbaru.
Pihaknya memberi nama Pasar Manunggal Rakyat yang sampai saat ini masih dalam tahap perintisan di mana ada sekitar 20 pedagang yang sudah mendiami kios.

Awalnya sudah ada lebih dari 100 pedagang yang merupakan masyarakat sekitar, namun sayangnya karena terletak nisbi jauh dari pemukiman, pasar masih sepi pembeli.

Faktanya memang bukan sesuatu yang mudah untuk membuat sebuah pasar yang baru, tapi keberadaan pasar itu tetap ditahankan dan pasar ini sudah beroperasi selama setahun terakhir.

Sejumlah hambatan yang membuat Primkop tersendat kata dia, salah satunya karena gempuran ritel-ritel modern yang semakin menjamur di kawasan Banjarbaru, Kalsel, dalam dua tahun terakhir.

Namun koperasi itu tetap yakin akan berkembang selama dikelola sesuai misinya yakni memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru, Kalsel, Ir Hj. Isnawati MM mengatakan Primkop Kartika Widya Sejahtera menjadi salah satu aset koperasi berprestasi di wilayahnya.

Kehadiran koperasi ini menurut dia sudah lama mewarnai dunia perkoperasian Banjarbaru dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara nyata.
Selain sebagai wujud TNI manunggal rakyat, Primkop juga patut menjadi teladan bagaimana koperasi tetap bisa bertahan jika dikelola dengan prinsip-prinsipnya dan kehati-hatian yang tinggi, kata dia.

Primkop juga dinilainya telah mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya sehingga pihaknya berharap konsistensi Primkop dapat direplikasi koperasi lain.

Pada akhirnya koperasi itu memang diharapkan benar-benar menjadi cermin egalisasi koperasi tanpa memandang kepangkatan, sebab kesejahteraan pada hakikatnya adalah milik semua.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar