Pembuktian ANTARA Sebagai Kantor Berita Kelas Dunia

id Asian Games 2018, LKBN Antara,Bimtek Antara,pembuktian antara,kantor berita kelas dunia,pemberitaan asian games

Pembuktian ANTARA Sebagai Kantor Berita Kelas Dunia

Ilustrasi - Atlet polo air. Antara Jatim/Moch Asim/zk/18.

Hal itu, kini dialami Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara yang mendapatkan kepercayaan pemerintah untuk menjadi media pemberitaan resmi pesta multicabang olahraga Asia, yakni Asian Games 2018 yang digelar 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang
Jakarta  (Antara) - Mendapat kepercayaan dari seseorang untuk melaksanakan suatu tugas adalah modal bagus bagi orang itu, sebab sebelum proses penyerahaan kepercayaan tentunya ada pertimbangan dan penilaian khusus, yang dianggap orang itu sanggup melaksanakan.

Hal itu, kini dialami Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara yang mendapatkan kepercayaan pemerintah untuk menjadi media pemberitaan resmi pesta multicabang olahraga Asia, yakni Asian Games 2018 yang digelar 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Tentu kepercayaan yang diberikan pemerintah ini bukan asal tunjuk, karena pasti ada penilaian khusus yang menunjukkan LKBN Antara sanggup melaksanakan tanggungjawab tersebut.

Antara sebagai kantor berita bukanlah media baru di Indonesia, sebab termasuk jajaran media tertua yang didirikan sejak 13 Desember 1937, dan mempunyai beragam pengalaman di event olahraga terbesar dunia, seperti Asian Games, Piala Dunia maupun Olimpiade.

Penunjukkan yang dilakukan pemerintah saat ini bukanlah yang pertama kali, sebab pada tahun 1962 LKBN Antara juga ditunjukkan langsung oleh Presiden Soekarno untuk menjadi media resmi Asian Games saat itu yang berlangsung di Jakarta, sehingga penunjukkan saat ini pun tidak ada salahnya.

Namun demikian, dinamika olahraga pada tahun 1962 tentu berbeda dengan saat ini, jumlah peserta Asian Games saat itu masih 17 negara dengan mempertandingkan 15 cabang olahraga, dan Indonesia mampu merebut posisi kedua di bawah Jepang.

Untuk Asian Games 2018, Antara kembali menjadi garda informasi terdepan dalam hal informasi, dengan harapan mampu mendorong semangat atlet untuk meraih prestasi lebih tinggi.

LKBN Antara juga telah mempersiapkan diri sejak Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pada tahun 2014, dan diminta menjadi pembuat citra bangsa yang positif karena dalam event ini Indonesia selaku tuan rumah.

Awalnya, Asian Games 2018 disetujui Dewan Eksekutif Dewan Olimpiade Asia dilaksanakan pada tahun 2019, kemudian dimajukan menjadi tahun 2018 karena menghindari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden Indonesia yang juga diselenggarakan pada tahun 2019.

Asian Games kali ini diikuti 45 negara, dan ada sekitar 11.000 atlet serta ofisial yang akan datang ke Indonesia untuk mengikuti 465 nomor pertandingan di 40 cabang olahraga.

Selain itu bakal diliput 5.000 orang jurnalis, yang terdiri dari 2.500 orang wakil dari negara peserta, 1.500 orang dari Indonesia dan 1.000 orang dari negara bukan peserta.

"Menjadi media pemberitaan resmi Asian Games 2018 adalah sebuah kepercayaan besar, dan kami siap memberikan yang terbaik demi suksesnya acara besar ini," kata Direktur Pemberitaan LKBN Antara Akhmad Munir.

Munir, pada saat membuka Bimbingan Teknis Media Pemberitaan Resmi Asian Games 2018 di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta mengaku, ini waktunya pembuktian bagi LKBN ANTARA sebagai kantor berita berkelas dunia untuk menyajikan berita yang berkualitas, dan menciptakan semangat untuk meraih prestasi tertinggi.

"Mari dukung dan ciptakan nilai positif pada pelaksanaan Asian Games 2018. Dan saatnya Antara menujukkan sebagai kantor berita berkelas dunia," katanya.

Totalitas 

 Totalitas LKBN Antara ditunjukkan dengan rencana target produksi berita dalam event ini yang akan dibuat sebanyak 2.235 berita.

 Redaktur Pelaksana LKBN Antara, Budi Setiawanto mengatakan total produksi berita itu dibuat dalam tiga periode, yakni 18 Mei sampai 17 Agustus 2018 sebanyak 432 berita, kemudian 18 Agustus sampai 2 September 2018 sebanyak 1.700 berita, dan 3 September sampai 29 September 2018 sebanyak 103 berita.
 
"Total produksi berita yang kami sajikan ini bertujuan untuk memberikan informasi secara detail kepada masyarakat Indonesia mengenai ajang ini," katanya.

Berita-berita yang disajikan, kata Budi, antara lain berjenis lempang (straightnews), artikel, serba-serbi Asian Games 2018 serta berita pra dan pascapertandingan, yang disajikan secara detail kepada masyarakat.

Untuk memenuhi total sajian produksi berita itu, Budi mengatakan LKBN Antara akan melibatkan 250 lebih pewarta tulis, foto dan video yang akan meliput setiap lokasi pertandingan di dua tempat, yakni Jakarta dan Palembang.

Ketua Tim Koordinator  Fotografer resmi LKBN Antara, Hermanus Prihatna mengaku untuk foto, pihaknya akan melibatkan sekitar 130 fotografer profesional, khusus mengambil setiap peristiwa olahraga. 

"Kami juga tugaskan fotografer senior dalam event ini, artinya kami sangat serius mendokumentasikan setiap peristiwa secara detail. Dan hasilnya diharapkan bisa menjadi catatan sejarah baru bagi Indonesia," katanya.

Sekretaris Jenderal Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC), Eris Herryanto menyambut baik penunjukan LKBN Antara sebagai media pemberitaan resmi Asian Games 2018.

Menurutnya, ditunjukkan LKBN Antara menjadi penting mengingat pengalamannya dalam bekerja sama di event besar.

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia ingin mengabadikan momen bersejarah tersebut dengan berusaha memberikan yang terbaik bagi atlet yang bertanding, ofisial dan para pengunjung dari berbagai negara.

Sebelumnya, berbagai hal juga telah dilakukan pemerintah dan swasta untuk menyukseskan Asian Games 2018, mulai dari pembangunan, pemugaran arena, pengetatan keamanan hingga penyemarakan publikasi.

Namun demikian, upaya itu bisa sia-sia bila  informasi yang disampaikan kurang proposional, dan saat inilah LKBN Antara kembali dipercaya memberikan informasi membangun serta menyatukan semangat kebangsaan atau nasionalisme untuk meraih prestasi terbaik di Asian Games 2018. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar