Menteri BUMN: Banyak Negara Membeli Kereta Buatan RI

id INKA Banyuwangi, pabrik kereta di banyuwangi,pabrik kereta banyuwangi,pabrik KA Banyuwangi,beli kereta,pasarkereta

Menteri BUMN: Banyak Negara Membeli Kereta Buatan RI

Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau lokasi pembangunan pabrik PT INKA di Banyuwangi, Minggu (1/7). (Istimewa)

Kami rencanakan 26 Agustus groundbreaking. Awal Desember 2018 akan dimulai pekerjaan pembangunan pabrik.
Banyuwangi (Antaranews Jatim) - Menteri BUMN Rini Soemarno mengemukakan saat ini permintaan kereta api buatan RI semakin banyak, sementara pabrik PT INKA di Madiun sudah tidak representatif.

"Permintaan kereta api buatan dalam negeri kian meningkat, sedangkan pabrik kereta di Madiun sudah sempit lahannya. Karena itu, butuh pabrik baru, dan kami tetapkan di Banyuwangi," kata Rini saat meninjau pembangunan pabrik kereta api milik PT INKA, di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Minggu.
    
Pada kesempatan itu Rini mengungkapkan bahwa investasi pabrik kereta kedua dari PT INKA itu senilai Rp1,6 triliun. 

Menurut Rini, saat ini banyak negara yang membeli kereta api buatan RI. Indonesia telah menandatangani kontrak kerja sama pembelian kereta api bersama Filipina. "PT INKA telah mengekspor ke berbagai negara, selain Filipina juga Bangladesh, Malaysia, Singapura, dan Australia. Saat ini juga tengah negoisasi dengan Thailand," katanya. 

‎Rini berharap dengan dibangunnya pabrik kereta api kedua ini, PT INKA bisa memenuhi permintaan dan mendominasi di pasar Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika. 

Pabrik kereta api ini dibangun di lahan seluas 84 hektare, menggunakan lahan milik PTPN XII. Pembangunan pabrik ini dilakukan dalam dua tahap. Proses pembangunan tahap pertama direncanakan mulai pada akhir 2018, dan dapat mulai beroperasi pada awal 2020. 

Menurut Rini, lokasi pabrik ini sangat strategis, yakni dekat dengan pelabuhan barang Tanjung Wangi yang dikelola PT Pelindo III, yang nantinya akan sangat mendukung perusahaan dalam proses pengiriman produk jadi melalui laut, baik untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri di luar Pulau Jawa. Selain itu didukung pula jalur kereta api di sekitar pabrik. 
 
"Selain itu, juga berada dalam jalur jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) yang dijadwalkan selesai pada akhir 2019. Pintu keluar tol masuk di bagian lahan pabrik," kata Rini. 

Rini berharap psmbangunan pabrik di Banyuwangi juga akan berdampak pada kebutuhan tenaga kerja yang bisa dipenuhi dari sekolah vokasi yang ada di Banyuwangi.

"Di dekat sini kan ada SMK, INKA bisa bersinergi dengan mereka untuk pemenuhan tenaga kerjanya," kata Rini.

Direktur Keuangan dan SDM PT INKA (Persero) Mohamad Nur Sodiq yang turut dalam rombongan Menteri BUMN menjelaskan, pihaknya tengah menyelesaikan proses perizinan dan rancang bangun pabrik modern yang akan digunakan untuk memproduksi sarana kereta api berbasis alumunium dan stainless steel ini.

"Pengurusan pelepasan aset dalam progress. Di BPN, lagi diurus switch dari hak guna usaha (HGU) ke hak guna bangunan (HGB). Kami juga urus-urus perizinan di pemkab. Pemkab Banyuwangi sangat support kami," kata Sodiq di hadapan Rini. 

Pararel dengan peoses di atas, INKA saat ini tengah menuntaskan studi kelayakan dan amdal. 

"Kami rencanakan 26 Agustus groundbreaking. Awal Desember 2018 akan dimulai pekerjaan pembangunan pabrik," kata Sodiq. 

Ia menjelaskan pabrik kereta di Banyuwangi diproyeksikan memiliki empat line, yang mana kapasitasnya satu unit per hari per line. Jadi, kalau pembangunan sudah selesai semua, lanjut dia, sehari bisa produksi 5-6 kereta.

"Pabrik ini juga akan dilengkapi test track sepanjang 3 km. Ini sangat cukup untuk pengujian semua jenis kereta yang kami buat," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar