Mahasiswa UMM Ciptakan "Screentel" Padi Ramah Lingkungan

id mahasiswa UMM, screentel, ramah lingkungan

Mahasiswa UMM Ciptakan

Screentel ciptaaan mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (istimewa)

Alat ini didisain ergonomis dan istimewa karena tidak membutuhkan bahan bakar untuk pengoperasiannya. Selain hemat energi,? risiko cidera otot yang dialami petani karena cara tradisional juga dapat diminimalisasi,
Malang (AntaraNews Jatim) - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi baru bagi petani, yakni "screentel" atau pengayak padi ramah lingkungan.

Salah seorang anggota tim pencipta alat tersebut, Cyntia Fea Saputri di Malang, Kamis, mengatakan pengayak tersebut juga ramah di dompet petani karena harganya tidak terlalu mahal dan mampu meminimalisasi cidera otot petani yang masih melakukan pengayakan secara tradisional.

"Alat ini didisain ergonomis dan istimewa karena tidak membutuhkan bahan bakar untuk pengoperasiannya. Selain hemat energi,? risiko cidera otot yang dialami petani karena cara tradisional juga dapat diminimalisasi," ujarnya.

Screentel padi atau pengayak padi adalah sebuah alat untuk memisahkan bulir padi dari gagangnya. Inovasi ini hadir di antara teknologi konvesional, dimana petani masih manual merontokkan padi dengan tangan dan memanfaatkan penggunaan mesin berbahan bakar minyak, sehingga kehadiran screentel membawa angin segar.

Dengan berbagai kelebihan itu, penggunaan alat ini juga cukup mudah. Petani hanya perlu mengayuh pedal di alat dan nantinya otomatis screentel dapat bekerja sendiri dengan gir maju mundur yang bisa di setting sesuai yang diinginkan pengguna (petani).

Dengan demikian, lanjutnya alat ini dapat meringankan petani terutama mereka yang masih tradisional dan menggunakan sabit. Meski terkesan sederhana, hasil pemisahan bulir padi yang dihasilkan kualitasnya sama dengan mesin pengayak berbahan bakar minyak.

Karena keunggulannya itu, screentel padi sudah diikutkan dalam perlombaan di Universitas Sebelas Maret pada acara Descomfirst 2018 dengan tema Desain Manual Tools pada (5-6/5) 2018.

Cyntia mengaku bangga dengan hasil karya bersama temannya, sebab alat tersebut awalnya didisain dengan sederhana.

"Kami cukup bahagia dan bangga karena hanya berawal dari sebuah coretan berhasil membuat alat yang seperti ini, kami juga berusaha memperbaiki apa saja yang masih kurang pada alat ini," tambahnya.

Ia dan timnya terus berupaya menyempurnakan screentel ciptaannya, bahkan telah merencanakan "masa depan" alat ini. Mereka juga berkeinginan untuk memasarkan alat tersebut dengan harga yang cukup bersahabat dan ramah di kantong petani.

"Kalau nanti dikomersialkan dan dipasarkan secara luas, harga yang kami patok tidak terlalu tinggi, yakni antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per unit," ucapnya.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar