Spanyol Cemaskan Arsitek Jelang Pertandingan Piala Dunia

id spanyol,.arsitek, piala dunia

Spanyol Cemaskan Arsitek Jelang Pertandingan Piala Dunia

Julen Lopetegui. (Reuters / Andrew Boyers)

Madrid (Antara/Reuters) - Pada Selasa siang, kecemasan terbesar Spanyol menjelang pertandingan pembukaan Piala Dunia mereka melawan Portugal pada Jumat adalah siapa yang akan mengarsiteki timnasnya.

Kemudian, kurang dari 24 jam kemudian, pelatih Julen Lopetegui dipecat oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan Fernando Hierro, mantan pemain Real Madrid, ditunjuk untuk menggantikannya dan harus membereskan masalah yang diwariskan terhadapnya.

Meski ini bukan tugas kepelatihan perdana untuk Herro, yang merupakan Direktur Olahraga RFEF, ini bukanlah tugas yang ia nanti-nantikan.

Laporan media lokal mengindikasikan bahwa mayoritas skuad menentang keputusan presiden RFEF Luis Rubiales untuk membebas tugaskan Lopetegui karena menyetujui untuk menjadi pelatih baru Real setelah Piala Dunia tanpa meminta izin sebelumnya.

Secara khusus, inti tim U-21 yang ia bantu masuk ke tim senior, termasuk David de Gea, Dani Carvajal, Isco, Thiago Alcantara, dan Koke disebut-sebut menjadi sosok-sosok paling vokal yang berkeinginan mempertahankan sang pelatih lama.

Pemain-pemain lain mengatakan tidak mudah untuk dapat memahami pola pikir sang pelatih baru Real.

Tugas pertama Hierro adalah menyatukan grup. Ini seperti saat-saat di mana timnas harus berenang atau akan tenggelam. Pelatih timnas Spanyol yang sukses membawa mereka menjuarai Piala Eropa 2008, Luis Aragones, meneken kontrak untuk melatih Fenerbahce pada malam semifinal turnamen itu dan hal itu sama sekali tidak mempengaruhi timnas.

 Merupakan rekan sebaya bagi Lopetegui, Hierro merupakan mantan gelandang yang telah mengoleksi 601 penampilan untuk Real Madrid, menjadi kapten klub serta kapten negaranya.

Ia sempat bermain di Qatar dan Inggris sebelum pensiun, dan menggenggam sejumlah peran, termasuk Direktur Olahraga di Malaga dan RFEF, serta menjadi asisten Carlo Ancelotti di Real pada musim terakhirnya.

Setelah menjadi bagian dari staf teknis di Rusia, ia diyakini memiliki hubungan yang baik dengan skuad, dan sebagai veteran dengan 89 penampilan timnas tidak seorang pun dapat mengatakan bahwa ia tidak paham bagaimana cara turnamen sepak bola bekerja.

Apakah mengandalkan aura dan pengalamannya cukup untuk menginspirasi skuad yang disebut-sebut sebagai grup pemain terbaik di turnamen akbar ini?
Satu-satunya pengalaman sebelumnya sebagai pelatih kepala adalah memimpin tim divisi kedua Oviedo untuk finis di peringkat kedelpaan pada 2016/2017, gagal menembus playoff.

Dari divisi kedua ke Sochi, ini bukan jalan yang biasa dilalui namun Hierro telah diserahi tanggung jawab untuk berusaha mengembalikan Spanyol ke jalur yang benar. (*)
 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar