Kenaikan Harga Bawang Merah Picu Inflasi Madiun

id harga bawang merah naik,inflasi madiun,BPS Kota Madiun,ramadhan 2018,lebaran 2018

Kenaikan Harga Bawang Merah Picu Inflasi Madiun

Harga bawang merah di Sumenep naik diduga akibat stok di petani setempat terbatas dan saat ini tergantung pasokan dari distributor di Surabaya. (ILustrasi)

Madiun (Antaranews Jatim) - Kenaikan harga komoditas bawang merah di pasar tradisional di Kota Madiun, Jawa Timur, telah memicu inflasi di daerah setempat selama April 2018 sebesar 0,22 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 130,04.

"Kenaikan harga bawang merah memberikan andil terbesar dari kenaikan 10 komoditas pemicu inflasi pada bulan April," kata Kepala Seksi Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Adi Priyanto di Madiun, Rabu.

Ia menilai kenaikan harga bawang tersebut karena faktor "seasonal" atau musiman. Sentra produksi terdekat, yakni Kabupaten Nganjuk, belum memasuki masa panen.

Adapun sejumlah komoditas lainnya yang memicu terjadinya inflasi, antara lain, bensin, daging ayam ras, rokok kretek filter, pasir, pepaya, telur ayam, dan air kemasan.

Sementara itu, sejumlah komoditas penekan inflasi, yakni beras, cabai rawit, batu bata, wortel, susu manula, semen, daging sapi, dan obat menggunakan resep.

Ia memprediksi inflasi akan kembali terjadi pada bulan Mei 2018 karena bertepatan dengan momentum hari raya keagamaan, yakni bulan puasa dan Idulfitri.

"Pada bulan Mei diperkirakaan akan terjadi inflasi. Namun, besarannya berapa belum tahu sebab belum dihitung dan masih mengumpulkan data. Jika melihat data dari tahun 2010 hingga 2017, pada saat Lebaran, trennya itu naik," katanya.

Ia menambahkan bahwa inflasi pada bulan April yang mencapai 0,22 persen tersebut tercatat melebihi angka laju inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,18 persen dan nasional 0,10 persen.

Untuk itu, perlu menjadi perhatian serius oleh tim pengendali inflasi daerah (TPID) setempat agar capaian inflasi di akhir tahun 2018 terjaga pada rentang sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 persen.

Data BPS Kota Madiun mencatat selama April 2018 inflasi tertinggi terjadi di Jember 0,40 persen, Madiun 0,22 persen, Probolinggo 0,21 persen, Surabaya 0,20 persen, serta Kediri dan Malang 0,14 persen.

Selanjutnya, Banyuwangi 0,04 persen dan Sumenep deflasi -0,02 persen. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar