Dianggap "Ketuaan" di MotoGP, ini Komentar Rossi

id Valentino Rossi, Rossi, The Doctor, Moto GP,Pebalap Yamaha ,Movistar Yamaha

Dianggap

Pembalap Yamaha MotoGP Valentino Rossi menghadiri peluncuran motor terbaru Yamaha Lexi di Jakarta, Jumat (26/1). Antara Foto (Muhammad Adimaja)

Ketika ada berita seperti pembaruan (kontrak), memang benar ada seseorang yang mengatakan saya terlalu tua
Losail, Qatar (Antaranews Jatim) - Pebalap Yamaha asal Italia, Valentino Rossi, mengatakan sah-sah saja apabila orang-orang mengomentari usianya yang dianggap sudah terlalu tua untuk memperpanjang kontrak dua tahun bersama Movistar Yamaha.

Pebalap berusia 39 tahun itu mengumumkan kontrak baru menjelang balapan perdana di Qatar yang akan mengikatnya bersama Yamaha hingga akhir 2020, saat dia sudah berusia 41 tahun.

Rossi mengatakan "benar" jika orang-orang mempertanyakan apakah dia masih piawai di sirkuit, namun ia memastikan masih mampu bertarung dengan pebalap di posisi terdepan apabila kondisinya sedang bagus.

Baca juga: Dovizioso Menangi MotoGP Qatar

"Ketika ada berita seperti pembaruan (kontrak), memang benar ada seseorang yang mengatakan saya terlalu tua," katanya seperti dilansir Autosport, Selasa (20/3) waktu setempat.

"Yang penting, apa yang terjadi di trek. Saya percaya, karena saya tahu saya bisa cepat," katanya.

Rossi mengatakan telah berlatih dengan keras demi menjaga kondisi fisiknya agar mampu bertarung dengan para pebalap muda MotoGP musim ini.

"Masalah terbesar saat Anda bertambah tua adalah kondisi fisik, tapi saya tahu jika berlatih keras, lebih dari 10 tahun yang lalu, saya bisa cepat sampai akhir," katanya.

Rossi menduduki podium ketiga pada MotoGP seri pembuka di Qatar, di bawah Andrea Dovisiozo dan Marc Marquez, yang membuktikan bahwa Yamaha akan berjuang lebih baik pada musim ini.

"Tahun lalu baik Honda maupun Ducati mengalami masalah, tapi dari pertengahan 2017 mereka sangat kuat, jadi saya pikir kami telah membuat langkah maju," kata Rossi. (*)
 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar