Libur Kampanye, Gus Ipul Pilih Mengaji di Trenggalek

id Pilkada Jatim, Gus Ipul, trenggalek

Libur Kampanye, Gus Ipul Pilih Mengaji di Trenggalek

"Setelah berdoa, kita melaksanakan usaha. Usaha dan ikhtiar harus dilakukan untuk mengiringi doa," jelas Wakil Gubernur Jatim dua periode ini. (Ist)

Setelah berdoa, kita melaksanakan usaha. Usaha dan ikhtiar harus dilakukan untuk mengiringi doa," jelas Wakil Gubernur Jatim dua periode ini.
Trenggalek (Antaranews Jatim) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengisi waktu libur kampanye dengan menghadiri dua majelis pengajian bareng ribuan warga di Kabupaten Trenggalek, Sabtu.

Pada pagi hari, Gus Ipul hadir di acara dzikir dan Maulidurrosul SAW yang digagas oleh Jamaah Al-Khidmah di Desa Sawahan, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Kegiatan dilanjutkan pada sore harinya, di mana Gus Ipul lantas mengikuti pengajian di Pondok Pesantren Darunnajah dalam silaturahim bersama ribuan ibu nyai dan tokoh perempuan Kabupaten Trenggalek.

Pada kedua acara ini Gus Ipul hadir atas undangan dalam kapasitasnya sebagai salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selain Gus Ipul, pengajian ini juga dihadiri pengasuh pondok pesantren Al-Amin Kediri, KH Anwar Iskandar.

Pada pertemuan tertutup ini, Gus Ipul menyampaikan pesan untuk bisa memenuhi hidup yakni dengan mengandalkan "DUIT".

Istilah DUIT pada penjelasan Gus Ipul merupakan kepanjangan dari doa, usaha, ilmu, dan tawakkal. Ia lantas melanjutkan maksud dari penjelasannya tersebut.

"Sebelum berusaha, mari kita isi dengan doa-doa. Doa ini untuk mendatangkan pertolongan Allah saat kita memulai usaha," ujarnya pada acara Dzikir dan Maulidurrosul SAW yang digagas oleh Jamaah Al-Khidmah di Desa Sawahan, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

"Setelah berdoa, kita melaksanakan usaha. Usaha dan ikhtiar harus dilakukan untuk mengiringi doa," jelas Wakil Gubernur Jatim dua periode ini.

Kemudian, dalam melaksanakan usaha apapun harus disertai dengan Ilmu. Ilmu yang benar akan menentukan kesuksesan usaha.

"Sementara yang terakhir adalah tawakal kepada Allah. Apapun yang kita usahakan, kita kembalikan kembali kepada Allah. Kita percayakan Allah pasti akan mengabulkan," jelasnya.

Lalu, pada acara di Pondok Pesantren, Darunnajah, pengasuh ponpes menjelaskan tujuan acara ini.

"Pada sore ini, diisi dengan amalan Istighotsah dan salawat nariyah. Semoga menjadi berkah untuk pondok, kabupaten Trenggalek, dan masyarakat Jawa Timur pada umumnya," ujar KH Syaiful Islam, pengasuh pondok pesantren Darunnajah di tempat yang sama.

Dalam sambutannya KH Syaiful mengungkapkan kegembiraannya atas hadirnya Gus Ipul.

"Gus Ipul ini adalah calonnya para Kiai. Bedanya kalau Gus Ipul direstui kiai, calon lainnya minta restu kiai," ujarnya.

Karenannya sebagai santri, dirinya mengajak seluruh warga NU Trenggalek untuk memenangkan Gus Ipul sebagai gubernur Jawa Timur.

Sementara itu, pada dua acara tertutup dan bersifat internal ini juga diisi dengan pembacaan doa bersama. Tujuannya, untuk meminta keselamatan dari Tuhan. (*) 
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar