Khofifah Perjuangkan Akta Kelahiran Anak Yatim Piatu

id Khofifah Indar Parawansa, Pilkada Jatim, Anak Yatim Piatu

Khofifah Perjuangkan Akta Kelahiran Anak Yatim Piatu

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa (tengah) menggendong balita saat kunjungan di Pondok Pesantren Yatim Piatu Dhuafa Bayi Terlantar Millinium Roudlotul Jannah, Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (13/3). Kunjungan ters

Anak-anak yang terlahir dari 'unwanted pregnancy' dan 'unwanted child' mempunyai hak yang sama dengan anak-anak yang memiliki keluarga. Mereka berhak atas akta kelahiran yang merupakan identitas mereka sebagai warga negara Indonesia. Demikian halnya anak-anak di panti-panti
Sidoarjo (Antaranews Jatim) - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan memperjuangkan kepemilikan akta kelahiran bagi anak-anak yatim piatu sehingga kelak mereka memperoleh perlindungan dan jaminan sosial dari negara.

"Anak-anak yang terlahir dari `unwanted pregnancy` dan `unwanted child` mempunyai hak yang sama dengan anak-anak yang memiliki keluarga. Mereka berhak atas akta kelahiran yang merupakan identitas mereka sebagai warga negara Indonesia. Demikian halnya anak-anak di panti-panti," katanya di sela kunjungannya ke Pondok Pesantren Millinium, Tenggulunan, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa.

Ia mengemukakan, akta kelahiran merupakan hak dasar setiap anak Indonesia seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal 27 ayat 1 dan 2 disebutkan bahwa identitas diri setiap anak harus diberikan sejak kelahirannya.

"Akta kelahiran merupakan bukti otentik seseorang sebagai warga negara. Dengan akta kelahiran, anak-anak dapat bersekolah mulai dari taman kanak?kanak hingga perguruan tinggi, kelak anak tersebut juga dapat mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), menggunakan Hak Pilih dalam Pemilu, pengurusan hak waris, mengurus paspor, menikah atau mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM)," ucapnya.

Ia menuturkan, jika anak-anak ini tumbuh dewasa lalu mereka melamar pekerjaan, misalnya menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Indonesia (POLRI) pasti memerlukan akta kelahiran.

"Jadi betapa pentingnya akta kelahiran karena itu merupakan hak dasar setiap warga negara, tak terkecuali anak-anak yang terlahir dari `unwanted pregnancy` dan `unwanted child`. Jangan sampai mereka menjadi `unregistered people`," katanya.

Kunjungan ke Pondok Pesantren Millinium ini merupakan kunjungan ketiga kalinya di mana dalam dua kunjungan sebelumnya, Khofifah datang saat menjabat sebagai Menteri Sosial RI. Ia merinci, kunjungan pertamanya saat itu adalah mengirimkan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dan kunjungan kedua adalah saat ia meminta Direktur Anak Kementerian Sosial untuk memediasi membantu agar anak-anak panti mendapatkan akta kelahiran.

"Saya selalu rindu untuk kembali datang bertemu mereka. Saya merasakan sambutan anak-anak yang begitu hangat, saya bisa merasakan tatapan mata yang jernih dan hati yang bersih. Dalam usia sekecil ini mereka hidup tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya, maka sudah menjadi tugas negara untuk melindunginya. Pertama dan yang utama adalah hak akta kelahiran `anak-anak Negara` ini," katanya.

Di kesempatan yang sama, Pengasuh Pesantren, M Choirul Sholeh Effendy menyampaikan rasa terima kasihnya. Dia mendoakan pasangan nomor urut satu dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Khofifah bersama Emil sukses dalam kontestasi Pilgub 2018.

"Kami mendoakan dan berharap semoga perjuangan Ibu berhasil. Semoga masyarakat Jawa Timur memilih Ibu Khofifah untuk pemimpi Jatim ke depannya, semoga diridhoi Allah," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar