Bulog Bondowoso Sosialisasi Harga Gabah ke Petani

id Gabah petani, Adhekan, Kepala Sub-Divre Bulog Bondowoso

Bulog Bondowoso Sosialisasi Harga Gabah ke Petani

Kepala Bulog saat sosialisasi harga gabah ke Petani di situbondo. Selasa (13/3) (Istimewa )

Bondowoso (Antaranews Jatim) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divisi Regional Bondowoso, Jawa Timur, menyosialisasikan harga gabah kepada petani yang dapat dibeli oleh Bulog.

"Sosialisi harga terus kami lakukan kepada petani, terkait harga pembelian pemerintah atau HPP gabah panen menjelang panen rasa tahun ini," ujar Kepala Sub-Divre Bulog Bondowoso membawahi Situbondo, Adhekan di Bondowoso, Selasa.

Ia mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan agar para petani yang sudah mulai panen padinya mengetahui harga yang dapat dibeli oleh Bulog sesuai HPP, yakni Rp4.200 per kilogram.

Adhekan menambahkan, Bulog juga akan menyesuaikan dengan kadar air gabah maksimal 25 persen dan juga butiran hampa maksimal 10 persen.

"Jika kadar air gabah memenuhi batas maksimal 25 persen serta butiran hampa 10 persen, maka Bulog akan membelinya seharga Rp4.200 atau tidak ada potongan, namun sebaliknya jika tidak memenuhi akan ada potongan," ucapnya.

Menurut Adhekan, saat sosialisasi ke beberapa titik lokasi panen milik petani di Kabupaten Bondowoso maupun Situbondo, sebagian petani masih menjual kepada pedagang (tengkulak) karena harganya lebih tinggi atau mahal, yaitu Rp4.600 per kilogram.

"Seperti di Situbondo, kami turun mendampingi Bupati Situbondo dan Komisi II DPRD Situbondo serta dari Kabag Ekonomi Pemkab Situbondo, langsung menemui para petani dan menyampaikan langsung harga gabah yang bisa dibeli oleh Bulog," paparnya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini para petani masih bisa menjual gabahnya ke pedagang karena harga lebih tinggi atau melebihi HPP. Tetapi harga gabah akan kembali turun saat di Bondowoso dan Situbondo dan daerah lain serentak panen padi.

"Nah, saat panen raya itulah fungsi Bulog akan hadir untuk petani dan membeli gabah petani, karena saat panen raya biasanya harga akan turun dan bahkan pedagang biasanya membeli di bawah Rp4.200 sehingga petani bisa menjualnya ke Bulog," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar