Pelindo III Kembangkan Proyek Maritim Tiga Pelabuhan

id Pelindo III, Kembangkan Tiga Pelabuhan, Program Maritim,pelabuhan pelindo

Pelindo III Kembangkan Proyek Maritim Tiga Pelabuhan

CEO Pelindo III, IG N Askhara Danadiputra. Foto : Hanif Nasrullah (jatim.antaranews.com)

iga proyek itu senilai sekitar Rp1,2 triliun, dan proyek untuk mendukung ekspansi bisnis Pelindo III di bidang pengembangan infrastruktur layanan kapal pesiar, serta untuk diversifikasi bisnis di bidang properti
Surabaya (Antaranews Jatim) - Perseroan terbatas Pelindo III mengembangkan proyek infrastruktur di sektor maritim di tiga pelabuhan, yakni Tanjung Perak di Surabaya, Benoa di Bali, dan Gili Mas Lembar di Lombok.

"Ketiga proyek itu senilai sekitar Rp1,2 triliun, dan proyek untuk mendukung ekspansi bisnis Pelindo III di bidang pengembangan infrastruktur layanan kapal pesiar, serta untuk diversifikasi bisnis di bidang properti," kata CEO Pelindo III, Ari Askhara, dalam keterangan persnya di Surabaya, Kamis.

Ia mengatakan, tiga proyek itu merupakan bagian dari rencana invetasi tahun 2018 dengan melibatkan kontraktor spesialis proyek maritim asal Belanda, Van Oord, serta sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kerja sama PT Wika Gedung dan PT Pembangunan Perumahan (PP).

"Wika Gedung akan mengerjakan desain dan pembangunan dermaga kapal pesiar dan dermaga peti kemas di Terminal Gili Mas, yang merupakan pengembangan Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah kapal pesiar cruise internasional yang berkapasitas penumpang besar tidak dapat sandar pada terminal lama di Pelabuhan Lembar, karena hanya bisa berlabuh dan para turis diantar ke dermaga menggunakan thunder boat.

"Namun, nantinya dermaga terminal baru akan didesain dengan kedalaman mencapai -14 meter LWS (di bawah permukaan air). Sehingga wisatawan yang datang dengan cruise ukuran besar dapat disambut langsung di dermaga," katanya.

Terminal Gili Mas, kata dia, akan memposisikan Pelabuhan Lembar sebagai gerbang wisata yang representatif, dan Pelindo III akan fokus pada peningkatan aksesibilitas karena merupakan faktor penting untuk mendorong peningkatan kunjungan turis ke Lombok.

"Apalagi nantinya akan ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) wisata Mandalika di Lombok," kata Ari menambahkan.

Sementara untuk kontraktor asal Belanda, kata dia, akan mendukung revitalisasi alur dan kolam Pelabuhan Benoa Bali, dan Pelindo III akan terus menggenjot pengembangan pelabuhan gerbang wisata Pulau Dewata, terutama untuk mempercantik bangunan terminal penumpang guna mendukung penyelenggaraan gelaran internasional, IMF-World Bank Annual Meeting 2018 pada Oktober nanti.

"Tahun ini ditargetkan ada 85 kapal pesiar yang sandar di pelabuhan terbesar di Bali tersebut," katanya.

Sementara untuk kontrak dengan PP merupakan pembangunan menara perkantoran pertama di kawasan pelabuhan, yakni Pelindo Place yang berlokasi di Ujung Surabaya.

"Menara ini akan dibangun menjulang setinggi 23 lantai di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dengan luas bangunan mencapai 60 ribu meter persegi, dan akan menjadi ikon modernisasi kawasan Pelabuhan Tanjung Perak," katanya.

Konsep menara, kata dia, adalah ramah lingkungan dan akan menjadi pusat perkantoran urban yang mendukung kinerja bisnis kepelabuhanan.*
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar