Gus Ipul Inginkan Sertifikasi Petani Organik

id gus ipul, cagub jatim,kota batu, petani organik

Gus Ipul Inginkan Sertifikasi Petani Organik

Cagub Jatim Gus Ipul memetik jambu di sela mengunjungi Desa Wisata Petik Jambu Kristal Bumiaji, Kota Batu, Rabu (21/2). (Foto Istimewa)

Pemerintah memang sudah seharusnya memfasilitasi masalah sertifikasi, termasuk masalah perizinan dan permodalan untuk merangsang munculnya kelompok tani organik
Surabaya (Antaranews Jatim) - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendorong adanya sertifikasi petani organik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berimbas pada kesejahteraan.

"Pemerintah memang sudah seharusnya memfasilitasi masalah sertifikasi, termasuk masalah perizinan dan permodalan untuk merangsang munculnya kelompok tani organik," ujarnya di sela mengunjungi Desa Wisata Petik Jambu Kristal Bumiaji, Kota Batu.

Dalam siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, Rabu, calon Gubernur Jatim nomor urut dua tersebut menyakinkan ketika terpilih nantinya akan menyediakan kebijakan-kebijakan khusus untuk membantu pengusaha maupun petani hasil organik.

Calon Gubernur Jatim yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno itu mengajak para pemuda tidak enggan bertani karena saat ini sudah bisa dilakukan dengan modern, termasuk mampu menikmati keuntungan tinggi.

Pada kesempatan sama, Gus Ipul berdiskusi dengan sejumlah petani sekaligus pemilik kebun jambu kristal kebun jambu organik setempat dan melihat potensi pertanian organik di Jatim sangat besar.

Masalahnya, kata dia, harga sayur-sayuran dan buah-buahan organik ini terbilang cukup mahal sehingga tidak terjangkau untuk dibeli, padahal kualitas gizinya jauh lebih tinggi dibanding hasil pertanian anorganik yang prosesnya melibatkan pestisida, pupuk dan kandungan organik lainnya.

"Meski cepat panen produk anorganik juga tidak tahan dan cepat busuk. Untuk organik lebih lama panennya, tapi lebih tahan lama," kata pria yang saat ini cuti sebagai Wakil Gubernur Jatim tersebut.

Hasil sayur-mayur maupun buah-buahan organik, lanjut dia, diyakini akan semakin diminati masyarakat luas, terlebih banyak dikembangkan inovasi-inovasi pendukung pertanian organik.

"Mulai dari penerapan digitalisasi dalam proses produksinya. Semisal, dalam tahapan kualitas kontrol, di sini menggunakan aplikasi, yaitu cukup difoto sudah bisa diketahui kualitas, apakah ada tambahan-tambahan pupuk atau lainnya di luar prosedur," tuturnya.

Sementara itu, Pilkada Jatim yang diselenggarakan 27 Juni 2018 akan diikuti oleh dua pasangan calon, yakni nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak yang diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, PAN, Partai NasDem dan Partai Hanura.

Kemudian, pasangan nomor urut dua adalah Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung koalisi empat partai, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa, PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera serta Partai Gerindra. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar