KPU: Jumlah TPS di Nganjuk Berkurang

id kpu kabupaten nganjuk,pilkada kabupaten nganjuk,Ketua KPU Kabupaten Nganjuk M Agus Rahman Hakim ,pilkada serentak,pemkab nganjuk

KPU: Jumlah TPS di Nganjuk Berkurang

Logo KPU (kpu.go.id)

Untuk TPS pada Pilkada 2018 ini memang kami efisienkan. Jadi, kalau sebelumnya 2.267 TPS, di Pilkada ini menjadi 2.079 TPS. Jumlah itu kami bandingkan di Pemilu Presdiden 2014
Nganjuk (Antaranews Jatim) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur memastikan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di kabupaten ini pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, akan berkurang dari semula 2.267 TPS menjadi 2.079 TPS.

"Untuk TPS pada Pilkada 2018 ini memang kami efisienkan. Jadi, kalau sebelumnya 2.267 TPS, di Pilkada ini menjadi 2.079 TPS. Jumlah itu kami bandingkan di Pemilu Presdiden 2014," kata Ketua KPU Kabupaten Nganjuk M Agus Rahman Hakim di Nganjuk, Senin.

Ia mengatakan, dimungkinkan dengan lebih efisien jumlah TPS tersebut, jumlah pemilih di TPS nantinya juga bertambah. Saat ini, KPU masih melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilh yang dibantu oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Ia mengatakan, proses pemutakhiran daftar pemilih dilakukan serentak mulai 20 Januari 2018. KPU Kabupaten Nganjuk juga sudah menugaskan untuk PPDP agar melakukan proses coklit sesuai dengan wilayah PPDP itu bekerja.

Di Kabupaten Nganjuk, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Pemilu Presiden 2014 adalah 874.919 pemilih. Jumlah itu ada penurunan sekitar 20 ribu pemilih dari daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) yang telah dikirimkan oleh pusat.

Ia menduga, penurunan jumlah pemilih itu karena ada yang meninggal dunia ataupun pindah lokasi tinggal.

"Di Kabupaten Nganjuk daftar pemilih belum pasti, karena masih proses coklit. Namun, sesuai data di Pemilu Presiden dibandingkan daftar yang dikirimkan saat ini, berkurang sekitar 20 ribu. Dan, itu masih kami telaah, ada kemungkinan dampak dari program KTP elektronik, jadi mereka yang sudah lama tinggal di luar Kabupaten Nganjuk yang sebelumnya tidak dicabut kependudukannya dengan ada KTP elektronik ini lebih jelas," katanya, menjelaskan.

Untuk proses coklit, Agus mengatakan dilakukan mulai 20 Januari 2018 hingga 18 Februari 2018. Nantinya, setelah proses coklit selesai, dilakukan rekapitulasi dan rapat pleno di setiap desa. Kegiatan itu juga akan diikuti oleh pihak luar, seperti tim sukses pasangan calon, untuk memastikan pemilih.

Untuk berkas dari tiga pasangan calon sudah dilengkapi. KPU juga sudah menyampaikan hasil pemeriksaan kesehatan pada seluruh tim sukses pasangan calon. Namun, berkas mereka masih akan diverifikasi ulang sebelum ditetapkan menjadi calon peserta Pilkada Kabupaten Nganjuk pada 12 Februari 2018.

Di KPU Kabupaten Nganjuk ada tiga pasangan calon yang mendaftar yaitu Novi Rahman Hidayat dan Marhaen Djumadi, pasangan Siti Nurhayati dan Bimantoro Wiyono, serta pasangan Desy Natalia Widya dan Ainul Yaqin. (*)
 
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar