Jakarta, (Antara) - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Djoko Setiadi mengatakan pihaknya akan menggunakan teknologi yang terkini dalam membantu pihak kepolisian dalam penanggulangan terorisme.
"Kita akan membantu Mabes Polri dalam rangka penanggulangan (terorisme). Tentunya ada 'sharing', kami juga menggunakan teknologi yang terkini, mampu mendetek, mencari, apapun yang kami temukan kita akan sharing dengan yang berwenang. Dalam hal ini kepolisian," kata Djoko Setiadi usai dilantik Presiden Joko widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu.
Dia mengungkapkan bahwa bahwa terorisme telah masuk ke dunia siber dengan menggunakan sistem komunikasi yang baik dan sulit ditembus.
"Kami sudah siapkan segala-galanya, kalau ada serangan siber dari manapun kita juga harus hadapi deagn teknologi," kata Kepala BSSN ini.
Dia juga mengatakan bahwa BSSN ini juga akan mendeteksi berita bohong (hoax) yang bisa memberikan dampak negatif terhadap persatuan bangsa.
Djoko Setiadi juga menjelaskan bahwa BSSN ini merupakan revitalisasi dari Lembaga Sandi Negara yang dirinya pimpin sebelumnya.
"Lemsaneg direvitalisasi, kalau kalimat saya, sandi itu adalah bahasa zaman dulu. Sekarang siber. Kalau badan sandi bertransformasi ke badan siber, itu memang sudah sewajarnya," tuturnya.
Dia mengakui bahwa lembaga yang dipimpinnya saat ini semakin besar dan tanggung jawabnya juga semakin besar.
"Arahan Presiden kita harus bisa menjangkau sampai pengamanan WNI diutamakan," ucapnya, menjelaskan.
Djoko Setiadi juga mengungkapkan sebenarnya Lemsaneg dalam 10 tahun terakhir sudah bekerja di "cyber space".
"Memang lembaga sandi sudah menggunakan 'cyber space'. Jadi bukan sesuatu hal yang baru, hanya kita tingkatkan kemampuannya betul-betul bisa menjangkau nasional," ujarnya.
BSSN nantinya diarahkan kepada pembangunan lingkungan (ekosistem) ranah siber Indonesia yang tahan dan aman.(*)
Video Oleh Joko Susilo
Pewarta: Joko SusiloEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.