"Kami terus berharap bahwa kenaikan bertahap dalam suku bunga federal fund akan sesuai untuk menopang pasar tenaga kerja yang sehat dan menstabilkan inflasi di sekitar target FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) 2,0 persen," kata Yellen dalam sambutannya di hadapan Komite Ekonomi Gabungan Kongres.
Yellen memberikan penilaian positif tentang ekonomi AS. "Ekspansi ekonomi semakin berbasis luas di seluruh sektor dan juga di sebagian besar ekonomi global," kata Yellen.
Kenaikan pasar kerja tetap kuat, dengan tingkat pengangguran turun hampir mendekati terendah 17 tahun di 4,1 persen. Ada 17 juta lebih banyak orang Amerika yang dipekerjakan sekarang daripada delapan tahun yang lalu, kata Yellen.
Berkenaan dengan angka inflasi yang rendah tahun ini, Yellen menegaskan bahwa inflasi rendah mungkin mencerminkan faktor sementara dan inflasi diharapkan akan bergerak ke target 2,0 persen dalam jangka menengah.
Namun, dia juga menunjukkan bahwa angka inflasi yang rendah bisa mencerminkan sesuatu yang lebih berkelanjutan.
Para pejabat Fed sekarang terpecah pandangannya mengenai inflasi, seperti yang ditunjukkan oleh risalah pertemuan kebijakan Fed terakhir.
Beberapa pejabat berpendapat bahwa bank sentral harus lebih bertahap memperketat kebijakan moneter, mengingat bertahannya inflasi rendah, sementara beberapa memperingatkan bahwa menunggu terlalu lama untuk menaikkan suku bunga dapat menyebabkan pasar "overheating" yang dapat meningkatkan risiko inflasi.
Dalam sambutannya, Yellen mengesampingkan risiko-risiko dalam sistem keuangan, meskipun valuasi harga-harga asetnya tinggi.
"Meskipun valuasi aset tinggi menurut standar-standar historis, kerentanan keseluruhan di sektor keuangan tampak moderat, karena sistem perbankan dikapitalisasi dengan baik dan ukuran luas leverage dan pertumbuhan kredit tetap terkendali," kata Yellen.
Pernyataan Yellen tidak membahas langkah-langkah bank sentral dalam jangka pendek. Pengamat pasar secara luas percaya bahwa pernyataannya tersebut tidak mempengaruhi ekspektasi pasar bahwa akan ada satu kenaikan suku bunga lagi pada Desember.
Gubernur Fed Jerome Powell, calon ketua Fed berikutnya, memberi isyarat pada Selasa (28/11) bahwa dia kemungkinan akan mendukung bank sentral menaikkan suku bunga lagi pada Desember.
The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan terakhir tahun ini pada 12 dan 13 Desember.
Mata Uang Digital
Federal Reserve AS tidak memiliki rencana untuk menerbitkan mata uang digital, namun bank sentral AS tertarik pada teknologi yang mendasarinya dan secara aktif mempelajarinya, Presiden Federal Reserve Bank San Francisco, John Williams, mengatakan pada Rabu (29/11).
"Saat ini, Federal Reserve tidak mengembangkan mata uang digitalnya sendiri," kata Williams saat ditanya pemikirannya tentang bitcoin pada sebuah acara makan siang di pertemuan yang membahas tentang prospek ekonomi.
Bank sentral di seluruh dunia tertarik pada bagaimana teknologi yang mendasari bitcoin bisa melakukan pembayaran lebih aman, lebih murah dan lebih efisien. Beberapa mungkin juga mempertimbangkan untuk mengadopsi mata uang digital sebagai mata uang resmi, katanya.(*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.