Patirana P28 Bondowoso Jadi Tujuan Wisata Baru

id objek patirana, patirana Bondowoso, wisata Patirana, Puncak 28, wisata puncak, puncak bondowoso, wisata bondowoso, wisata P28

Patirana P28 Bondowoso Jadi Tujuan Wisata Baru

Pengunjung objek wisata Patirana P28 Bondowoso. Minggu (5/3) (Novi.H)

Bondowoso (Antara Jatim) - Patirina Puncak 28 (P28) di Desa Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mulai menjadi tujuan wisata baru bagi para pengunjung dari berbagai daerah pada setiap libur akhir pekan.

"Hampir setiap satu bulan sekali kami bersama teman-teman memang sengaja berkunjung ke objek wisata Patirana Puncak 28 (P28) yang ada di Kecamatan Grujugan ini," ujar salah seorang pengunjung wisata asal Kabupaten Situbondo Firman Amrullah saat berkunjung di wisata Patirana P28 Bondowoso, Minggu.

Ia mengatakan memilih wisata alam Patirana P28 menjadi tujuan wisata karena masih alami dan selama perjalanan ke puncak cukup menantang dan dapat menikmati pemandangan alam di Lereng Gunung Argopuro itu.

Selain dapat menikmati pemandangan alam dari Puncak 28, katanya, sepanjang perjalanan para pengunjung juga dapat berwisata ke air terjun yang lokasinya juga berada di sekitar objek wisata Patirana P28.

"Setelah kami memarkir sepeda motor dibawah dengan membayar Rp10 ribu per kendaraan, untuk menuju Patirana P28 berjalan kaki sejauh 2 km. Dan selama perjalanan selain disuguhi pemandangan alam, kami juga dapat menikmati air terjun," katanya.

Menurut Firman, rata-rata pengunjung wisata ketika sampai di puncak mereka menikmati pemandangan alam dan juga berfoto "selfie" atau swafoto dengan latar belakang pemandangan alam dan perbukitan.

Sebelumnya, Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso Adi Winarno mengatakan sudah mengusulkan Patirana P28 sebagai destinasi wisata baru pada Kantor Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Timur.

Pengusulan Patirana P28 sebagai destinasi wisata baru di Kota Tapai, itu setelah sebelumnya Perhutani melakukan penandatanganan kerja sama (PKS) dengan kepala desa setempat.

"Kalau panandatanganan nota kesepahaman (MoU),  sebelumnya juga sudah dilakukan dengan pemerintah kabupaten terkait dengan pengelolaan potensi-potensi wisata yang ada di Kawasan Hutan Perhutani," paparnya. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar