Surabaya (Antara Jatim) - PT Pressol Jaya sebagai perusahaan distributor Pressol atau zat bio aditif sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) produksi PT Petrovoz Energy Persada mulai memasarkan sebanyak 12.500 botol untuk wilayah Surabaya.

General Manager Area Jawa PT Pressol Jaya Asep Sukandar, di Surabaya, Kamis, mengatakan bertepatan dengan Hari Pahlawan ini kami ingin memperluas pasar di Surabaya dan juga di Jawa Timur.

"Untuk Surabaya sendiri pada bulan ini mulai dipasarkan sebanyak 12.500 botol yang terbagi kedalam lima wilayah di antaranya Surabaya Timur, Barat, Selatan, Utara dan juga Pusat," katanya.

Ia mengatakan, produk campuran bahan bakar ini asli buatan anak negeri yang mampu bersaing dengan produk serupa di luar negeri dengan harga yang jauh lebih mahal.

"Oleh karena itu, kami selaku distributor memilih untuk mendistribusikan di dalam negeri di mana produk ini sudah banyak digunakan untuk alutsista kendaraan TNI," katanya.

Ia mengatakan, produk inibisa menghemat BBM sampai dengan 20-40 persen serta membantu mengurangi gas emisi sehingga ramah lingkungan.

"Selain itu, bisa menjaga performa dan merawan mesin, baik yang memakai bahan bakar premium atau solar," katanya.

Dijelaskan Asep, cairan penghemat BBM ini telah lolos sertifikasi dari beberapa lembaga yang berkompeten salah satunya lulus uji kelayakan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) No : 69 / PK / 8.1 /2015 Tanggal 29 Oktober 2015 sertaserifikat Sucofindo No : 58841/ CNBPAI dan No : 58842 / CNBPAI Tanggal 20 Oktober 2015.

"Produk ini merupakan karya anak bangsa dan manfaatnya bisa mengalahkan produk dari Amerika Serikat (AS). Ini tidak mengandung zat kimia atau unsur logam," katanya.

Diakui Asep, memang saat ini banyak cairan yang diklaim sebagai penghemat BBM. Namun cairan tersebut tidak mampu mengurangi kandungan timbal, sulfur, serta menghilangkan residu karbon.

"Dengan formulasi tumbuh-tumbuhan serta komposisi yang tepat, Pressol mampu menurunkan kadar timbal dan kadar sulfur secara signifikan dan mampu menghilangkan residu karbon pada BBM," katanya.(*)


Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026