Roma, (Antara/Reuters) - Lima belas jasad manusia ditemukan dan lebih dari 2.700 migran diselamatkan dari perairan Libya pada Senin, kata badan penjagaan pantai Italia terkait gelombang keberangkatan terbaru para migran dari Afrika utara.
Penyelamatan para migran itu melibatkan angkatan laut dan badan penjagaan pantai Italia, kapal-kapal patroli Uni Eropa untuk misi antipenyelundupan manusia, kapal-kapal dari berbagai kelompok kemanusiaan serta sebuah kapal derek komersil.
Sebelumya pada hari yang sama, Angkatan Laut Italia mengatakan enam jasad manusia ditemukan setelah sejumlah migran jatuh dari sebuah perahu karet yang bocor. Pihak penjaga pantai tidak memberikan keterangan lebih rinci soal insiden tersebut.
Para migran itu diselamatkan dari 19 perahu karet dan empat perahu kecil yang berbahaya dan penuh sesak.
Penyelundup-penyelundup manusia beroperasi dengan bebas di Libya, memunguti uang tunai dari para para migran yang putus asa ingin berangkat ke Eropa.
Pekan lalu, lautan yang lebih tenang serta situasi yang kacau di Libya mendorong para penyelundup untuk menawarkan perjalanan dengan kapal bagi 13.000 migran untuk menyeberangi Laut Mediterania hanya dalam empat hari.
Krisis terburuk masalah migran Eropa sejak Perang Dunia II itu kini berpusat di Italia, yang merupakan garis batas Eropa di selatan.
Hingga akhir Agustus, sudah 93.000 pendatang yang tiba, menurut Kementerian Dalam Negeri Italia.
Jumlah korban tewas dalam perjalanan dari Afrika Utara menuju Italia telah meningkat menjadi satu dari 42 migran yang menyeberangi lautan, dibandingkan dengan 1:52 tahun lalu, kata juru bicara badan pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa minggu lalu. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.