alat berat itu didatangkan dari negeri Italia, dan digunakan untuk mendukung kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Surabaya (Antara Jatim) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Persero telah mendatangkan alat berat ramah lingkungan berupa satu unit Mobile Harbour Crane (MHC), untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jatim.
Humas Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak Oscar Yogi Yustiano, di Surabaya, Rabu mengatakan alat berat itu didatangkan dari negeri Italia, dan digunakan untuk mendukung kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Alat berat tipe 2120E tersebut, kata Oscar memiliki bobot 350 ton dan diangkut menggunakan kapal pengangkut khusus, BBC Orion untuk menuju ke Surabaya.
"Proses pemindahan alat berat ini berlangsung kurang lebih 3 jam dan dikerjakan secara mandiri oleh Pelindo III," kata Oscar kepada wartawan.
Ia mengatakan alat bermerek Italgru itu akan melengkapi Pelabuhan Tanjung Perak yang sebelumnya telah memiliki 7 unit MHC dan tentunya menambah tingkat produktivitas pelabuhan.
"Sampai dengan bulan Mei 2016, arus barang yang dapat dikerjakan menggunakan MHC eksisting di Terminal Jamrud Utara telah mencapai 4.055.364 ton/M3, dan dengan tambahan satu unit MHC, diharapkan proses bongkar muat bisa lebih cepat dan dapat mengurangi biaya logistik," katanya.
Oscar menjelaskan, alat berat itu sanggup mengangkat beban maksimal 120 ton menggunakan tenaga listrik sebagai bahan bakarnya, yang dipasok melalui "powerhouse" yang tersedia di dermaga serta generator yang terdapat pada unit MHC.
"Sehingga polusi yang disebabkan dari gas buangan MHC berbahan bakar minyak dapat diminimalisir, artinya sangat ramah lingkungan," katanya.
Bahkan sebelumnya, kata Oscar, Pelindo III juga telah membeli dua alat bongkar muat ramah lingkungan, yakni Ship to Shore Crane (STS) atau Container Crane, yang digunakan di Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak.
Oscar menjelaskan, berdasarkan spesifikasinya, MHC tipe 2120E memiliki daya jangkau hingga 51 meter, sehingga memungkinkan pelayanan bongkar muat barang, baik curah maupun petikemas, untuk kapal berukuran besar.
Seperti kapal generasi keempat Post Panamax yang memiliki lebar kapal sampai dengan 30 meter, panjang kapal hingga 300 meter dan kedalaman 11-13 meter.
"Artinya, kuantitas muatan kapal semakin banyak sehingga dapat mengurangi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan biaya kru kapal serta mengurangi biaya logistik, sebab kapal generasi keempat Post Panamax bisa memuat 4.000 hingga 5.000 bok peti kemas," katanya.(*)
Pewarta: A Malik IbrahimEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026