Kami memperketat pengamanan dan waspada di beberapa tempat keramaian, seperti mal, objek vital maupun pos polisi lalu lintasSurabaya (Antara Jatim) - Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Kota Surabaya memperketat pengamanan di sejumlah pusat keramaian menyikapi terjadinya peledakan bom dan baku tembak di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis.
"Kami memperketat pengamanan dan waspada di beberapa tempat keramaian, seperti mal, objek vital maupun pos polisi lalu lintas," ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Lily Djafar ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis.
Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sehingga Polrestabes Surabaya mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memperketat penjagaan-penjagaan.
"Seluruh polisi yang menjaga dilengkapi senjata lengkap dan menyeluruh di sejumlah titik," ucapnya.
Perwira menengah itu mengatakan, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Iman Sumantri telah memerintahkan seluruh anggotanya, baik yang ada di Mapolrestabes maupun jajaran Polsek-Polsek untuk meningkatkan patroli.
"Khusus pos polisi lalu lintas, di samping dijaga Polantas, juga dikawal anggota satuan Sabhara bersenjata lengkap dan tim reserse kriminal," kata mantan Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak tersebut.
Selain menambah personel di pos, lanjut dia, polisi juga menurunkan unit satwa anjing pelacak (K-9), sekaligus memastikan pengamanan di beberapa kantor konsulat jenderal yang terdapat di Surabaya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada menyikapi peledakan bom yang terjadi di Jakarta.
"Segera melapor ke polisi jika mengetahui ada orang mencurigakan. Informasi dari warga sangat membantu dan jangan ragu-ragu berkoordinasi dengan perangkat kampung," katanya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya M Iqbal mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik karena situasi saat ini telah aman dan terkendali.
Pelaku yang berjumlah lima orang telah berhasil dilumpuhkan, masing-masing dua orang meninggal dunia akibat bom bunuh diri di dalam kafe dan pos polisi, sedangkan tiga lainnya meninggal dunia setelah baku tembak dengan polisi.
Akibat kejadian tersebut, dua orang warga sipil meninggal dunia, salah satunya diduga warga negara asing dan 17 lainnya luka-luka, termasuk lima anggota polisi. (*)
Pewarta: Fiqih ArfaniEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.