Pemprov: Tarif Penerbangan Surabaya-Sumenep Rp200 Ribu

id antara jatim, pemprov jatim, penerbangan, bandara trunojoyo, bandara juanda, susi air

Pemprov: Tarif Penerbangan Surabaya-Sumenep Rp200 Ribu

Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa tarif tiket penumpang pesawat terbang dari Bandar Udara (Bandara) Internasional Juanda ke Bandara Trunojoyo Sumenep di Madura sebesar Rp200 ribu.

"Sesuai kesepakatan, tarif tiket Surabaya ke Sumenep dan sebaliknya sebesar itu," ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi di Surabaya, Rabu.

Pihaknya menyatakan, dalam waktu dekat ini penerbangan rute tersebut akan dioperasikan, namun menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

"Paling tidak, Maret atau April sudah turun SK-nya dan aktifitas penerbangan sudah bisa dimulai," katanya.

Wahid menjelaskan, penerbangan rute Surabaya-Sumenep akan menggunakan pesawat jenis grand caravan milik Maskapai Susi Air berkapasitas 12 penumpang.

Selama sepekan, pesawat akan terbang dua kali dari Surabaya ke Sumenep dan dua kali dari Sumenep ke Surabaya.

Kemudian, pesawat milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tersebut juga akan melintasi Sumenep ke Jember dan sebaliknya sebanyak sekali dalam sepekan.

Tidak itu saja, pesawat jenis yang sama juga akan terbang dari Surabaya ke Karimun Jawa, selanjutnya ke Semarang juga beraktifitas dua kali dalam sepekan.

"Begitu juga rute sebaliknya, dari Semarang ke Karimun Jawa dan Surabaya, akan terbang dua kali sepekan," tukasnya.

Hanya, lanjut dia, besaran tarif tiket per penumpang dari Sumenep-Jember dan Surabaya-Karimun Jawa-Semarang, belum ditentukan karena belum menemukan titik kesepakatan.

Sementara itu, pihaknya menegaskan fasilitas di Bandara Trunojoyo Sumenep sudah siap dipergunakan setelah dilakukan verifikasi oleh tim khusus dari Kementerian Perhubungan.

Menurut dia, landasan pacu di bandara tersebut sepanjang 1,16 kilometer mampu dan dinilai layak sebagai "landing" maupun "take off" pesawat jenis grand caravan.

Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi sebagai langkah menentukan apakah penerbangan tersebut diminati masyarakat atau tidak.

"Kalau minatnya banyak maka tidak menutup kemungkinan armada akan ditambah. Evaluasinya sebulan dari penerbangan perdana dilakukan," ucapnya. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar