Unair PDD Banyuwangi Terima 200 Mahasiswa

id PPD banyuwangi, Unair Surabaya, Unair Banyuwangi, Unair PDD Banyuwangi, SBMPTN, universitas banyuwangi

Unair PDD Banyuwangi Terima 200 Mahasiswa

Surabaya (Antara Jatim) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya PDD (pendidikan di luar domisili) Banyuwangi akan menerima mahasiswa angkatan pertama sebanyak 200 orang lewat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014 pada 12 Mei-6 Juni.

"Tahun ini, Unair PPD Banyuwangi menerima 200 mahasiswa lewat SBMPTN 2014, sehingga kuota SBMPTN Unair yang seharusnya 1.522 mahasiswa menjadi 1.722 mahasiswa dengan tambahan PDD itu," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Dr MG Bagus Ani Putra PSi di Surabaya, Kamis.

Di sela-sela tasyakuran atas sembilan prestasi terkini Unair yang dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rektor Prof Fasich, dan Ketua Senat Unair Prof Fendy Suhariadi itu, ia menjelaskan 200 mahasiswa Unair PDD Banyuwangi itu untuk empat prodi.

"Jadi, masing-masing prodi akan menerima 50 mahasiswa baru. Keempat prodi adalah pendidikan dokter hewan, kesehatan masyarakat, budidaya perairan, dan akuntansi. Pemilihan keempat prodi itu disesuaikan dengan kebutuhan Banyuwangi," katanya.

Dalam tasyakuran yang batal dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo karena ke Jakarta itu, ia menjamin kualitas Unair PPD Banyuwangi itu setara dengan Unair Surabaya.

"Untuk menjaga kualitas itu, dosen Unair PDD Banyuwangi akan didatangkan dari Surabaya, kecuali dosen Unair yang kelahiran Banyuwangi yang mungkin akan menjadi dosen tetap di sana," katanya.

Namun, untuk karyawan berasal dari Pemkab Banyuwangi. "Untuk laboratorium mungkin masih belum dibutuhkan untuk semester pertama, tapi kami akan bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi untuk membangun gedung laboratorium secara bertahap," katanya.

Tentang persyaratan domisili untuk mahasiswa, ia mengatakan mahasiswa Unair PPD Banyuwangi mungkin saja berasal dari luar Banyuwangi, namun dia harus mendapat persetujuan Bupati Banyuwangi dan mau berdomisili di Banyuwangi.

"Untuk biaya mahasiswa tidak akan berbeda dengan mahasiswa Unair di sini (Surabaya), sedangkan biaya transportasi dan akomodasi dosen akan ditanggung melalui BOPTN (biaya operasional PTN) dari Kemendikbud," katanya.

Sembilan Prestasi Unair
Dalam tasyakuran itu, Rektor Unair Prof Dr H Fasich Apt menyebut sembilan prestasi terkini Unair yang layak untuk disyukuri yakni peningkatan Skor Malcolm Baldridge National Quality Award (MBNQA) menjadi 665 sehingga kinerja AIMS (Airlangga Integrated Manajemen System) berada pada level Emerging Industry Leader.

Prestasi kedua, Re-Akreditasi institusi AIPT (Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi) dengan nilai 371 dalam kategori A (sangat baik), dan prestasi ketiga adalah Perguruan Tinggi peringkat keempat tingkat nasional dan ranking 1.013 tingkat internasional versi Webometric.

Prestasi keempat, Fakultas Kedokteran Unair telah mendapatkan akreditasi Internasional AUN (Asian University Nerwork) dengan posisi 4,4 dari nilai tertinggi tujuh, dan prestasi kelima adalah Unair sebagai penggerak donor darah sukarela (DDS) terbanyak dari PMI Kota Surabaya, karena selama 2013 menggerakkan 1.215 pendonor.

Prestasi keenam, Unair meraih peringkat 127 Top 200 (Two Hundred) Asian University (peringkat ke-3 nasional) versi QS atau Times Higher Education¿Quacquarelli Symonds (QS), dan prestasi ketujuh adalah peringkat pertama dalam Citation Index Asian University versi QS.

Prestasi kedelapan, Unair meraih Anugerah Seabad Indonesia 2014 sebagai Entitas Andalan Indonesia Incorporated Memimpin ASEAN Incorporated 2045, yang diprakarsai oleh Drs. Christianto Wibisono, pendiri PDBI (Pusat Data Bisnis Indonesia), dan prestasi kesembilan adalah Unair meraih penghargaan Indonesia Green Award kategori Green Campuss 2014.

"Melihat perjalanan Unair pada dekade 1980-an yang terlempar dari Skalu (Proyek Perintis), kemudian lambat laun merangkak dan mengejar enam PTN yang berhasil menjadi BHMN yang hingga kini Unair menjadi status PTN-Badan Hukum bersama enam PTN lainnya dengan prestasi sebanyak itu tentu membanggakan," katanya.

Rektor yakin bahwa prestasi yang tangible (berwujud) ini merupakan wujud nyata dari prestasi intangible (yang tak berwujud), sehingga pantas untuk disyukuri.

"Ke depan, ayo memelihara dan mempertahankan prestasi itu serta syukur jika dapat meningkatkan lebih baik lagi. Itu tidak lepas dari roadmap dalam perjalanan organisasi yang disepakati dan dilaksanakan secara bersama-sama sebagai suatu kekuatan organisasi," katanya.

Sementara itu, Ketua Senat Universitas Airlangga Prof Dr Fendy Suhariadi menyatakan kunci atas keberhasilan adalah komitmen pimpinan. "Selain komitmen, juga kesabaran beliau yang luar biasa dan kesabaran itulah suatu kekuatan yang membawa kita sampai seperti ini," kata Guru Besar Fakultas Psikologi Unair itu. (*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar