Banyuwangi (Antara Jatim) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi yayasan dan sekolah senilai Rp600 juta yang dibangun mantan tenaga kerja Indonesia di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. "Hebat, saya kagum dan ini salah satu bukti bahwa tenaga kerja Indonesia (TKI) sangat bermanfaat bagi kemajuan daerah," kata Jumhur saat meresmikan Yayasan Baitussalam yang didirikan oleh para mantan TKI di Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Minggu. Peresmian itu sekaligus membuka Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama (SMP-NU) Baitussalam yang berada di sebelah yayasan di Desa Tampo dan puluhan anak sudah mendaftar untuk menjadi siswa di sekolah yang menjalankan program unggulan ilmu Al-Quran, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris tersebut. Ia berharap yayasan tersebut tidak hanya bergerak dalam kegiatan pendidikan dan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. "Kami memiliki program pemberdayaan TKI purna dan sudah ada jaringan untuk memasarkan berbagai produk yang dihasilkan para mantan buruh migran," katanya. Pembangunan yayasan dan sekolah yang menelan dana sekitar Rp600 juta tersebut dibiayai oleh para TKI asal Banyuwangi yang pernah bekerja di Taiwan. Biayanya terkumpul dari iuran dan zakat para TKI sekaligus untuk mendapatkan kenang-kenangan dari hasil kerja mereka selama di luar negeri dengan memiliki gedung sekolah dan yayasan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kepala BNP2TKI atas nama pribadi juga menyerahkan bantuan dana untuk membantu kegiatan yayasan dan sekolah yang dibangun tersebut. Sebelum meresmikan yayasan yang didirikan mantan TKI itu, Jumhur juga menghadiri pengajian akbar dan istigasah Ihsaniyyah di Pondok Pesantren Baitussalam yang dipimpin KH Shoheh Mansyur. Dalam pengajian yang diadakan untuk memperingati Nisfu Syaban dan menjelang Ramadhan tersebut, Kepala BNP2TKI juga memberikan bantuan untuk sejumlah santri yang telah hafal Al Quran.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026