Moskow (ANTARA) - Tren penurunan kasus Ebola terlihat di Republik Demokratik Kongo (DRC) setelah wabah tersebut mencapai puncaknya pada Juli, kata Kementerian Kesehatan Kongo pada Sabtu.
"Data yang disajikan menunjukkan tren penurunan kasus secara umum setelah mencapai puncak pada akhir Juli," tulis kementerian tersebut di X.
Kementerian itu menambahkan bahwa di 19 dari 63 zona medis yang terdampak wabah, tidak ada kasus baru Ebola yang tercatat selama 21 hari.
Pada Jumat, Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Republik Demokratik Kongo (INSP) mengatakan bahwa wabah Ebola telah menewaskan lebih dari 4.000 orang di negara tersebut.
Pada akhir September, Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) Jean Kaseya mengatakan bahwa virus Ebola mengancam negara-negara tetangga karena terus menyebar di seluruh wilayah Republik Demokratik Kongo.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta: KatrianaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.