Situbondo (ANTARA) - DPRD Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendorong pemerintah daerah setempat pada tahun anggaran 2027 mengalokasikan anggaran khusus melanjutkan dan merampungkan pembangunan jalan lingkar utara (JLU) yang hingga saat ini belum rampung.

Pembangunan infrastruktur jalan lingkar utara dimulai sejak 2017 untuk menjadi jalan nasional karena yang nantinya dilalui kendaraan besar dalam upaya mengurangi kemacetan arus lalu lintas di tengah kota yang juga menjadi Jalur Pantura Situbondo.

"Sampai dengan saat ini JLU belum rampung, padahal jalur tersebut sangat penting untuk mengalihkan kendaraan besar dari pusat kota," kata Sekretaris Komisi III DPRD Situbondo Arifin di Situbondo, Sabtu.

Menurut dia, pembangunan JLU harusnya menjadi prioritas pemerintah daerah setempat karena selain untuk pengalihan kendaraan besar, juga akan mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Ketika jalan lingkar utara ini rampung, maka tentunya akan menggeliatkan perekonomian masyarakat di sepanjang jalan tersebut, seperti warung, dan termasuk pula nilai jual tanah di sepanjang JLU juga akan naik," kata Arifin.

Arifin berharap Pemkab Situbondo fokus merampungkan pembangunan jalan lingkar utara yang dinilai sudah sangat mendesak, terlebih pemerintahan saat ini punya jargon Situbondo naik kelas.

"Ini jalur pantura yang selalu ramai dengan kendaraan besar seperti truk tronton, trailer dan sejenisnya, tapi masih melewati kawasan kota, harusnya sudah melalui jalur lingkar utara," kata Arifin.

Ia menambahkan, tujuan pembangunan jalan lingkar utara ini untuk mengurangi kemacetan di tengah kota yang juga menjadi jalur pantura Situbondo.

Informasi diperoleh ANTARA, pembangunan jalan lingkar utara sepanjang 20,54 kilometer itu mulai dari pertigaan jalan Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan hingga perempatan jalan Desa/Kecamatan Kapongan. Untuk merampungkan JLU membutuhkan anggaran sebesar sekitar Rp267 miliar.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026