Kediri (ANTARA) - Kota Kediri, Jawa Timur, menjadi tuan rumah Kejuaraan Barongsai dan Naga Wali Kota Kediri Cup 2026 yang diikuti 25 tim dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali.
Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha, Sabtu mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tersebut menjadi kebanggaan bagi daerah karena Kota Kediri dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi barongsai dan naga tingkat Jawa Timur.
"Ini merupakan kebanggaan bagi Kota Kediri karena dipercaya untuk menyelenggarakan kejuaraan Barongsai dan Naga," katanya di sela pertandingan di GOR Jayabaya Kota Kediri.
Ia mengatakan perkembangan barongsai saat ini tidak lagi sebatas pertunjukan seni dalam berbagai kegiatan, tetapi telah berkembang menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan secara resmi dan membutuhkan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Menurut dia, kejuaraan tersebut dapat menjadi sarana pencarian bibit atlet sekaligus mempersiapkan kekuatan Kota Kediri untuk menghadapi kompetisi olahraga pada tingkat yang lebih tinggi.
"Barongsai sekarang tidak hanya sekadar seni, tetapi sudah masuk cabang olahraga. Ini menjadi kesempatan untuk mencari bibit dan mempersiapkan atlet," katanya.
Selain pembinaan olahraga, Wawali Qowimuddin menilai penyelenggaraan kejuaraan tersebut turut mendukung pengembangan konsep pariwisata olahraga atau sport tourism di Kota Kediri.
Kehadiran peserta, pendamping, dan pihak terkait dari berbagai daerah, kata dia, berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas pariwisata serta perekonomian masyarakat selama penyelenggaraan kejuaraan.
"Dengan adanya perlombaan ini tentu ada hal yang luar biasa bagi Kota Kediri. Akan banyak tamu yang datang dan ini penting untuk menggerakkan city tourism sekaligus ekonomi Kota Kediri," jelasnya.
Wawali juga menyampaikan apresiasi kepada Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pelatih, guru pendamping, orang tua, panitia, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
"Untuk semua atlet, selamat bertanding. Jaga sportivitas, jaga kekompakan, dan nikmati pertandingannya," katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko mengatakan Kejuaraan Barongsai dan Naga Wali Kota Kediri Cup 2026 merupakan agenda perdana cabang olahraga barongsai di Kota Kediri.
Kegiatan itu berlangsung di GOR Jayabaya pada 3-4 Oktober 2026 dan menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan atlet olahraga barongsai dan naga.
"Untuk FOBI atau barongsai ini baru pertama diadakan di Kota Kediri. Pesertanya cukup banyak, kurang lebih 25 tim dari Jawa dan Bali," kata Koko.
Ia mengatakan prestasi atlet barongsai Kota Kediri juga menunjukkan perkembangan positif. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur sebelumnya, atlet barongsai Kota Kediri berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen daerah.
Capaian tersebut, menurut dia, menjadi modal untuk meningkatkan pembinaan atlet melalui kerja sama KONI Kota Kediri dengan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Kediri.
"Kami terus mempersiapkan atlet. Kalau sebelumnya mendapatkan tiga medali dengan dua nomor, ke depan kami berharap bisa meningkat menjadi empat medali," ujarnya.
Koko berharap kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi agenda kompetisi, tetapi juga memperluas kesempatan atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding dengan peserta dari berbagai daerah.
Dengan keterlibatan 25 tim dari Jawa dan Bali, ajang tersebut diharapkan dapat mendorong pembinaan olahraga barongsai di Kota Kediri sekaligus membuka peluang munculnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing pada kompetisi tingkat regional maupun nasional.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.