Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta santri pramuka peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Kabupaten Malang mengambil peran memastikan terjaganya persatuan dan keutuhan bangsa.

"Peran tersebut penting karena santri pramuka memiliki bekal pendidikan keagamaan sekaligus nilai-nilai kepramukaan yang menanamkan persaudaraan, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama," kata Khofifah di Malang, Jawa Timur, Jumat.

Khofifah pun mengibaratkan bahwa keberadaan santri pramuka sebagai pagar betis bagi keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk ancaman yang memiliki potensi merusak nilai persatuan.

Makna pagar betis itu, kata dia, harus benar-benar dijadikan acuan bagi para santri pramuka yang salah satu langkahnya adalah memperkuat persaudaraan dengan seluruh masyarakat.

Ikatan persaudaraan yang telah terbentuk antar sesama warga negara menjadi sebuah kekuatan menjaga keberagaman suku, budaya, bahasa, hingga agama di Indonesia, sebagaimana semboyan bhinneka tunggal ika.

"Di sini kita dipertemukan dalam persaudaraan, berbeda budaya, tetapi semua adalah satu bangsa, satu Indonesia. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah belah," ujar dia.

Selain soal kebangsaan, dia turut mengingatkan para peserta PPSN VI supaya tak pernah lelah mengejar cita-cita sehingga bisa terus berjuang menggapai kesuksesan di masa depan di segala bidang profesi dan mampu konsisten mencurahkan pemikiran membangun kemajuan negara.

Kemudian, ia mengajak santri pramuka membangun kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian menyukseskan pembangunan berkelanjutan.

"Lingkungan kita wujudkan dengan banyak menanam. Insya Allah akan menjadi bagian dari sedekah oksigen," ujarnya.

Santri pramuka yang mengikuti PPSN VI Tahun 2026 berjumlah 4.500 orang, terdiri dari 3 ribu peserta asal Jawa Timur dan 1.500 peserta asal 33 provinsi se-Indonesia.

Diharapkan melalui PPSN VI yang diselenggarakan di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo mampu menjadi sarana bagi para santri pramuka menjaga dan merawat persatuan Indonesia.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026