Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) meminta para pendamping desa berperan aktif dalam mendorong potensi yang dimiliki desanya masing-masing, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi.

“Jadi, potensi desa ini ya harus kita petakan. Jadi, kekuatan kita ada teman-teman tenaga pendamping,” ujar Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPSDM) Kemendes PDT Rosyid Althaf saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk "Mengubah Potensi Desa Menjadi Nilai Ekonomi", seperti dipantau di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Rosyid mengatakan tenaga pendamping desa merupakan salah satu unsur penting dalam pemberdayaan masyarakat desa, karena pendampingan dibutuhkan agar potensi yang dimiliki desa dapat diidentifikasi, dianalisis, dan kemudian diterjemahkan menjadi peluang yang dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Ia menambahkan, keberadaan pendamping juga penting dalam mendorong terjadinya perubahan di desa, termasuk ketika sebuah desa mampu berkembang secara cepat melalui pemanfaatan potensi lokal.

Rosyid mencontohkan terdapat desa yang sebelumnya berstatus sangat tertinggal akhirnya mampu menjadi desa mandiri, setelah mengembangkan potensi lokal melalui inovasi kepala desa dan masyarakat serta pendampingan dari tenaga pendamping.

“Berkat inovasi dari kepala desa dan masyarakatnya, dibarengi dengan pendampingan yang dilakukan oleh teman-teman tenaga pendamping, desa itu melompat,” ujarnya.

Menurut Rosyid, pengalaman tersebut perlu dipelajari dan didokumentasikan sehingga pola pendampingan yang berhasil dapat menjadi pembelajaran bagi desa lainnya.

“Pola-pola pendampingannya seperti apa sih sehingga menghasilkan lompatan yang sangat luar biasa itu,” kata dia.

Rosyid mendorong seluruh unsur yang terlibat dalam pemberdayaan desa untuk bekerja bersama dalam menerjemahkan potensi yang ada, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026