Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga populasi sekaligus meningkatkan kualitas mangga podang Lereng Wilis (2.563 meter di atas permukaan laut/mdpl).

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, Sabtu mengatakan upaya menjaga keberadaan mangga podang dilakukan antara lain melalui pengadaan bibit untuk peremajaan tanaman serta edukasi kepada petani agar mempertahankan kualitas buah. Apalagi sekarang ini komoditas hortikultura khas Kediri tersebut telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG).

"Kami juga terus mengedukasi petani untuk menjaga kualitas dari mangga podang itu. Dengan menjaganya melakukan peremajaan secara kontinu dan menjaga kualitas buahnya," kata Dewi dalam keterangannya di Kediri.

Ia menjelaskan karakteristik mangga podang tidak terlepas dari kondisi tanah di kawasan lereng Gunung Wilis yang turut mempengaruhi rasa dan tekstur buah sehingga memiliki ciri khas ketika dibandingkan dengan mangga yang ditanam di luar kawasan tersebut.

Menurut dia, edukasi kepada petani juga mencakup larangan penggunaan bahan atau perlakuan tertentu untuk mempercepat pematangan buah atau booster yang dapat mempengaruhi kualitas mangga podang.

Sertifikat IG mangga podang Lereng Wilis diserahkan Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas dan diterima Dewi Mariya Ulfa yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Sertifikat tersebut diberikan setelah mangga podang Lereng Wilis melalui tahapan permohonan pendaftaran hingga pemeriksaan substantif sebagai bagian dari proses memperoleh perlindungan Indikasi Geografis.

Dewi mengatakan diperolehnya sertifikat IG diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi dan nilai ekonomi mangga podang, sekaligus mendorong masyarakat menjaga lahan penghasil komoditas tersebut.

"Dengan diterimanya sertifikat itu, mangga podang ke depannya bisa diproduksi semakin banyak dan mempercantik kemasan, tak kalah penting juga bagaimana kita menjaga lahan," ujarnya.

Ia berharap peningkatan kualitas produksi dan kemasan dapat mendukung mangga podang memiliki nilai jual yang semakin baik sehingga mampu bersaing dengan berbagai produk mangga yang dipasarkan di pasar modern.

"Harganya diharapkan juga bisa bersaing dengan mangga-mangga yang ada di supermarket-supermarket," katanya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kediri Eko Setiyono mengatakan mangga podang memiliki potensi ekonomi yang besar dan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak masyarakat turut menjaga keberadaan pohon mangga podang serta lahan yang menjadi kawasan produksi agar komoditas tersebut tetap memiliki karakteristik dan kualitas yang terjaga.

"Kami minta kepada masyarakat untuk bisa mengamankan terutama lahan, pohon, perlakuannya dan sebagainya supaya kualitasnya tetap terjaga," katanya.

Kabupaten Kediri salah satu sentra buah mangga podang. Verietas buah ini bercirikan warna kulit kuning kemerahan dan bagian pangkal merah. Rasa dari buah ini segar dan manis. Salah satu sentra tanaman ini ada di area Gunung Wilis, seperti Tarokan, Banyakan dan sebagainya.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026