Lamongan (ANTARA) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendorong mahasiswa menguasai teknologi dan beradaptasi dengan perubahan agar mampu menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

"Persoalan kita saat ini bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi bagaimana terus belajar mengikuti perubahan tuntutan pekerjaan. Ke kampus bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi belajar berpikir, mengambil keputusan dan terus belajar," ujarnya saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Institut Sabilillah Lamongan, Rabu. 

Ia menjelaskan perubahan berlangsung cepat di berbagai sektor, mulai teknologi, geopolitik, ekonomi hingga lingkungan yang turut memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Menurut dia, salah satu perubahan besar saat ini adalah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang telah mengubah cara manusia berinteraksi, mengambil keputusan, memperoleh pengetahuan, memberikan pelayanan hingga melakukan transaksi.

"Mahasiswa perlu mampu mengintegrasikan teknologi, memanfaatkan data, serta menciptakan nilai tambah. Penguasaan keterampilan dan pembentukan karakter juga menjadi bekal penting menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja," katanya. 

Yuhronur menyebut Lamongan memiliki modal besar menghadapi perubahan tersebut melalui jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa, dengan sekitar 69,10 persen berada pada usia produktif.

Kondisi itu, kata dia, menjadi kekuatan dalam menghadapi bonus demografi apabila didukung pendidikan dan keterampilan berkualitas.

"Perekonomian Lamongan juga ditopang sektor agro, kehutanan, perikanan dan pertanian yang berkontribusi sekitar 30 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB)," ujarnya. 

Pihaknya juga meminta agar mahasiswa melihat peluang pengembangan ekonomi syariah yang kini berkembang tidak hanya pada sektor lembaga keuangan, tetapi juga fashion, pariwisata, UMKM dan industri halal.

"Ketika nilai Islam, kebutuhan pasar dan teknologi digabungkan, ini bisa memberikan manfaat sekaligus membuka kesempatan," katanya.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026