Debit dari Mlirip ditingkatkan 20 meter kubik per detik menjadi 25 meter kubik per detik
Surabaya (ANTARA) - Perum Jasa Tirta I (PJT I) meningkatkan debit air dari Bendung Mlirip untuk membantu mempercepat pemulihan kualitas air Kali Surabaya yang mengalami penurunan yang ditandai munculnya busa putih di permukaan aliran.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas 3 PJT I Agung Wicaksono mengatakan pihaknya langsung melakukan sejumlah langkah operasional setelah menerima informasi mengenai penurunan kualitas air di Kali Surabaya.
"Debit dari Mlirip ditingkatkan 20 meter kubik per detik menjadi 25 meter kubik per detik sejak Sabtu pukul 21.00 WIB, untuk membantu penggelontoran," ujar Agung dalam keterangannya di Surabaya, Senin.
Selain meningkatkan debit, kata dia, PJT I mengatur tambahan pasokan air dari hulu Wilayah Sungai Brantas melalui sistem Waduk Sutami untuk menjaga kecukupan sekaligus mendukung proses pemulihan kualitas air Kali Surabaya.
Petugas, lanjutnya, juga mengambil sampel kualitas air pada lima titik pemantauan, yakni Hulu Kali Tengah, Muara Kali Tengah, intake Karangpilang, Gunungsari, dan intake Ngagel.
Menurut dia, pengambilan sampel dilakukan untuk memantau kondisi dan perkembangan kualitas air di sepanjang aliran Kali Surabaya secara intensif.
Sementara itu, Pintu Air Wonokromo ditutup sementara sebagai bagian dari pengaturan aliran agar air yang terdampak tidak masuk ke Kali Mas dan diarahkan melalui Kali Wonokromo.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari lapangan, penurunan kualitas air tersebut diduga berkaitan dengan kegiatan pemadaman kebakaran di salah satu gudang penyimpanan bahan baku di kawasan industri Driyorejo, Jumat (4/9).
Dalam proses pemadaman kebakaran tersebut digunakan foam atau bahan pemadam berbusa, sementara lokasi kejadian berada di sekitar aliran Kali Tengah yang bermuara ke Kali Surabaya.
PJT I terus melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait serta mengoptimalkan pengaturan tata air untuk mempercepat pemulihan kualitas air dan menjaga keberlangsungan pemanfaatan air baku bagi masyarakat.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.