Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur melepas 27 ton bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur, Jumat.
Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Apa yang kita lakukan hari ini tentu atas kehendak Allah. Bukan karena kekuatan, kemampuan, maupun kehebatan kita, tetapi karena Allah yang menggerakkan hati kita untuk hadir dan memberikan kepedulian,” ujar Bahtiar saat melepas pengiriman bantuan dari Kanwil Kemenag Jatim di Sidoarjo, Jumat.
Bahtiar menyatakan, bantuan logistik tersebut dikirim menggunakan dua kontainer yang difasilitasi secara gratis oleh PT Meratus Line dan dijadwalkan berangkat dari pelabuhan pada 7 September 2026 menuju Maumere, NTT.
Ia menjelaskan bantuan yang dikirim difokuskan pada barang kebutuhan masyarakat, sementara relawan dari berbagai lembaga telah berada di lokasi untuk menerima dan mendistribusikannya.
Dirinya menyebut bantuan yang tiba di Maumere akan disalurkan ke sejumlah titik berdasarkan laporan relawan serta kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan aksi kemanusiaan tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada Allah serta dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa memandang perbedaan agama, suku, ras, dan latar belakang.
Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur Mohammad Ghofirin mengatakan pihaknya akan terus memantau kondisi lapangan dan menyiapkan bantuan lanjutan sesuai data kebutuhan masyarakat.
“Insya Allah ini bukan bantuan yang kita kirim terakhir kalinya, setelah ini kita masih akan mengatur bantuan-bantuan selanjutnya sesuai dengan data lapangan mutakhir,” kata Ghofirin.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.