Surabaya (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial meminta kepada ahli waris supaya tidak menggunakan santunan yang diberikan untuk kebutuhan sesaat tetapi menjadi pijakan untuk kembali produktif dan membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Dedi Hardianto saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat mengatakan pada peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) tahun ini membawa semangat pelayanan yang lebih proaktif, perlindungan yang semakin dekat dengan pekerja, serta pemberdayaan yang berkelanjutan.

"Salah satu penguatan tahun ini adalah Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA), yang diarahkan untuk mendorong penerima manfaat beralih dari sekadar menerima manfaat menjadi lebih produktif dan mandiri," katanya.

Melalui PEKA, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada penerima manfaat untuk mengembangkan keterampilan dan usaha yang diharapkan dapat membantu peserta maupun ahli waris mengelola manfaat secara lebih produktif sekaligus membangun sumber penghidupan yang berkelanjutan.

"Semangatnya adalah memastikan kehidupan mereka tetap berjalan. Jadi, kami tidak hanya membayar manfaat, tetapi juga mendampingi agar peserta dan ahli waris dapat kembali mandiri," katanya.

Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Pemerintah Kota Surabaya Anna Fajriatin menilai PEKA sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan UMKM dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“PEKA sejalan dengan program Pemerintah Kota Surabaya dalam mengembangkan UMKM. Melalui sinergi ini, manfaat yang diterima ahli waris diharapkan tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga dapat menjadi modal untuk pemberdayaan dan penguatan keterampilan keluarga,” ujar Anna.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Irvansyah Utoh Banja menyampaikan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan nilai lebih kepada peserta, tidak hanya dalam aspek perlindungan.

"Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program PEKA, yang saat ini telah diikuti lebih dari 300 peserta di Jawa Timur dan akan terus dilaksanakan hingga akhir 2026. Program ini diharapkan mampu mendorong peserta untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui pengembangan kewirausahaan," katanya.

BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur menargetkan sedikitnya 10 persen peserta PEKA dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

"Selain itu, produk-produk hasil usaha mitra PEKA akan didorong untuk dapat dimanfaatkan dan dikonsumsi di kantor-kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Timur, sehingga tercipta ekosistem yang mendukung keberlanjutan usaha peserta," katanya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa Ryan Gustaviana turut menambahkan dengan semangat hari pelanggan BPJS Ketenagakerjaan khususnya kantor cabang Surabaya Karimunjawa untuk terus berkomitmen dan berinovasi memberikan pelayanan terbaik agar pekerja dan keluarga bisa benar-benar merasakan manfaat dari program pemerintah ini.

"Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026